Senin, 21 Maret 2011

Melihat pertempuran harga saham melalui Intraday Done Summary

Pernahkah anda membeli sesuatu barang dengan melakukan tawar menawar? Misalnya membeli sayur dan buah-buahan. Tentunya dari pedagang sayur atau buah-buahan. Sebelum membeli, biasanya kita melakukan tawar menawar harga atas barang yang hendak kita beli. Atau contoh lainnya, pada saat hendak membeli handphone dan mobil. Kita juga aktif melakukan tawar menawar harga.

Pada saat melakukan tawar menawar, sebagai pembeli, kita ingin harga jual yang semurah mungkin. Di lain pihak, penjual tentu ingin menjual semahal mungkin. Harga yang terjadi adalah harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual. Bisa saja pada akhirnya penjual mengalah sehingga harga jualnya turun. Selain itu, bisa juga penjual bersikukuh pada harga jualnya, dan kita, sebagai pembeli merasa sangat butuh atas barang/produk tersebut, sehingga akhirnya mengalah dan menaikkan tawaran/harga beli.

Lantas, apa hubungan cerita di atas dengan perdagangan saham?

Seperti kita ketahui, sesungguhnya, perdagangan saham juga merupakan proses tawar menawar antara pembeli dan penjual. Ada kalanya pembeli merasa harga saham sudah terlalu tinggi dan bersikeras untuk tidak menaikkan harga dan akhirnya penjual mengalah. Juga bisa terjadi pembeli yang mengalah dan menerima harga yang ditawarkan oleh penjual.

Bila kita hanya mengamati model analisa teknikal tradisional yang bergantung pada data “OPEN”, “HIGH”, “LOW” dan “CLOSE” semata, proses pertarungan selama trading hour tidak bisa terlihat jelas. Kita hanya dapat melihat hasil akhirnya saja, berupa kenaikan atau turunnya harga. Gambaran mengenai siapa sebenarnya yang mengalah tidak bisa kita ketahui hanya dengan ke-empat data tersebut.

Sebenarnya, bila anda seorang daily trader yang mengamati “running trade” terus menerus selama trading hour, barangkali bisa merasakan selama “trading hour” siapa yang mengalah atas saham tertentu. Namun tentu saja prakteknya tidak semudah itu. Ada beberapa online broker yang sempat saya lihat, yang menyediakan fasilitas untuk mengamati proses “mengalah” ini, namun umumnya hanya untuk 1 hari trading.

Untuk memberikan layanan lebih bagi semua member, duniainvestasi.com juga menyediakan data semacam ini. Data ini kami sebut sebagai Intraday Done Summary. Bisa diakses pada : http://www.duniainvestasi.com/bei/intradays/done_summary/BUMI/

Data “sell down” menunjukkan penjual yang mengalah dan menurunkan harga jualnya agar sesuai dengan permintaan dari pembeli. Sedangkan “buy up” menunjukkan pembeli yang lebih bernafsu untuk membeli saham.

Bila pada suatu hari, harga saham naik (ditunjukkan dengan Closing price yang lebih tinggi daripada Closing price hari sebelumnya), pastikan dahulu bahwa sesungguhnya kenaikan itu memang valid yang ditunjukkan dengan banyaknya “buy up”. Bila ternyata harga saham naik, namun lebih banyak yang melakukan “sell down”, hal ini mencerminkan sesungguhnya penjual juga tidak yakin harganya bisa naik terus.

Related posts:

1. Data saham melalui Yahoo Messenger dan Google Talk
2. Data transaksi intraday saham dan transaksi broker
3. Intraday Chart Saham
4. Terputusnya data intraday dari BEI
5. Petunjuk download data Intraday dengan EZ Meta Updater

Tidak ada komentar:

Posting Komentar