Jumat, 08 April 2011

MASA DEPAN BUMI SAAT MATAHARI BEREVOLUSI

Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?



Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.

Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?

Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).



Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.

Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?


Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.

Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.

Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.

Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.

Keadaan Dunia Sekarang

Ini adalah gambar-gambar perbedaan dunia dulu dan saat ini:



ini adalah gambar gunung es yang sekarang sudah mulai mencair esnya




Gunung-gunung es yang tinggi sekarang sudah sangat berkurang volume esnya





daerah yang dulunya diselimuti es sekarang sudah sedikit diselimuti es

WOW, JUMLAH UTANG PEMERINTAH INDONESIA SEBESAR RP 1.676 TRILIUN


Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah per 31 Desember 2010 mencapai Rp 1.676 triliun. Laporan Perkembangan Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Edisi Januari 2011 yang diperoleh di Jakarta, Kamis (27/1/2011), mencatat angka tersebut merupakan angka sangat sementara menggunakan patokan kurs Rp 8.991 per dollar Amerika Serikat.

Jumlah utang pemerintah pusat senilai Rp 1.676 triliun, terdiri dari utang dalam bentuk pinjaman (luar negeri) senilai 68,04 miliar dollar AS (36,5 persen). Sementara itu, utang dalam bentuk surat berharga negara sebesar 118,39 miliar dollar AS atau Rp 1.064 triliun (63,5 persen).

Pinjaman senilai 68,04 miliar dollar AS (Rp 612 triliun) terdiri dari pinjaman bilateral sebesar 41,83 miliar dollar AS, pinjaman multilateral 23,13 miliar dollar AS, pinjaman komersial 3,02 miliar dollar AS, dan pinjaman suppliers 0,06 miliar dollar AS. Sementara itu, surat berharga negara terdiri dari surat berharga negara dalam denominasi valuta asing sebesar 18,02 miliar dollar AS dan dalam denominasi rupiah sebesar 100,37 miliar dollar AS.

Jika dirinci berdasar negara/lembaga kreditornya, pinjaman luar negeri sebesar 68,04 miliar dollar AS yang terdiri dari pinjaman Jepang sebesar 30,49 miliar dollar AS (44,8 persen), Bank Pembangunan Asia 11,15 miliar dollar AS (16,4 persen), Bank Dunia 11,37 miliar dollar AS (16,7 persen), dan lainnya 15,05 miliar dollar AS (22,1 persen).

Dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2009, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2010 menunjukkan kenaikan. Total utang pemerintah pusat per 31 Desember 2009 mencapai Rp 1.590,66 triliun atau 169,22 miliar dollar AS (kurs Rp 9.400 per dollar AS) yang terdiri dari pinjaman sebesar 65,02 miliar dollar AS (Rp 611 triliun) dan surat berharga negara sebesar 104,20 miliar dollar AS (Rp 979 triliun).

Penerbitan surat berharga negara selama 2010 terutama di pasar domestik antara lain untuk refinancing utang lama, mengurangi pinjaman luar negeri, dan untuk mengembangkan pasar keuangan domestik. Sementara itu, pinjaman luar negeri pada 2010 naik dibandingkan 2009 terutama karena volatilitas nilai tukar rupiah terhadap berbagai denominasi mata uang dalam pinjaman luar negeri.

Sudah 38 Demonstran Tewas, Kondisi Mesir Makin Tak Menentu



Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan kota besar Mesir pada hari Jumat dan kembali Sabtu, tetap menuntut mengakhiri 30 Presiden Hosni Mubarak.
Tiga puluh delapan orang tewas dalam kerusuhan di Mesir, termasuk 10 anggota pasukan keamanan, Nil TV yang dikelola negara melaporkan Sabtu (29/1).
Pengerahan militer merupakan pertanda Husni Mubarak putus asa. Namun kehadiran tentara justru mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Rakyat Mesir berlindung ke tentara dari kekejaman polisi yang terus-menerus merepresi mereka.
Polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa yang mendorong ke arah negara Kementerian Dalam Negeri di Kairo pada hari Sabtu. Sedikitnya 2.000 pengunjuk rasa berkumpul di Raml Square di Alexandria pada hari Sabtu. Tidak ada tanda-tanda polisi, dan protes muncul damai.Orang meneriakkan, “Tidak untuk Mubarak dan dinastinya.”
Mereka juga mengatakan, “Militer dan orang-orang bersama-sama akan mengubah rezim.” Demonstran tersenyum dan berjabat tangan dengan patroli tentara daerah tersebut. Seorang tentara memeluk bayi dan berpose untuk difoto.
Juga pada hari Sabtu, tank militer Mesir dikelilingi Kairo Tahrir Square, di mana kerumunan ratusan demonstran terus bertambah. Para demonstran meneriakkan, “Jatuhlah Mubarak” dan “Kita semua orang Mesir. “Suasana tegang, tetapi orang-orang berkumpul di lapangan itu berpose dengan tank dan berjabat tangan tentara’.
Tahrir Square, lapangan kemerdekaan yang berlokasi di gedung-gedung pemerintah di jantung pusat kota Kairo, telah menjadi titik fokus bagi demonstran. Di dekatnya, polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa yang mendorong ke arah negara Kementerian Dalam Negeri. Meski pemerintah telah menerapkan jam malam, demontrans tak peduli. Perusakan dan penjarahan toko terjadi di mana-mana.

Maskapai Delta Air Lines telah menghentikan penerbangan dari Mesir. Penerbangan terakhir keluar dari Mesir telah berangkat dari Kairo dan dijadwalkan tiba di New York’s John F. Kennedy International Airport jam 17:50 ET Juru bicara Delta Paul Skrbec menyatakan, itu meruakan penerbangan terakhir kalinya dan penghentian penerbangan sampai batas tak bisa ditentukan, . Penumpang diminta mengakses informasi yang tersedia di website Delta.
IRAN PRO RAKYAT MESIR
Sabtu siang, Pemerintah Iran mendesak Mesir untuk bereaksi secara damai ke demonstrasi publik dan menanggapi secara konstruktif tuntutan demonstran , demikian laporan Press TV, milik pemerintah Iran.
“Iran mengharapkan pejabat Mesir untuk mendengarkan suara orang Muslim mereka, merespon tuntutan yang sah dan menahan diri dari mengerahkan kekerasan oleh aparat keamanan dan polisi terhadap sebuah gelombang kesadaran Islam yang telah menyebar ke seluruh negara itu dalam bentuk gerakan rakyat,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast Sabtu (29/1).
Teheran menganggap sangat penting pemenuhan aspirasi masyarakat di Mesir, katanya. ”Iran menganggap demonstrasi oleh orang-orang Muslim negara ini sebagai sebuah gerakan mencari keadilan-sejalan dengan tuntutan mereka nasional-agama.”
Nil TV melaporkan, kabinet Mesir telah menyampaikan pengunduran diri sebagai respon permintaan Presiden Husni Mubarak dalam sambutannya Sabtu.
Pihak berwenang memberlakukan jam malam hari yang berlaku sejak dari Sabtu sampai Minggu khususnya di kota Kairo, Alexandria dan Suez.







ARAB MEMIHAK PEMERINTAH

Raja Arab Saudi mengatakan kepada Presiden Mesir Husni Mubarak bahwa dia berdiri dengan pemerintah Mesir. Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Saudi Press Agency, Raja Abdullah mengatakan dalam sebuah panggilan telepon hari Sabtu untuk Mubarak bahwa ia mengutuk orang-orang yang telah mencoba “mengacaukan keamanan dan stabilitas bangsa.”
Pemerintah Mesir telah mengumumkan bahwa pasar saham Mesir dan semua bank akan ditutup Minggu, yang biasanya merupakan hari kerja normal di Timur Tengah.
Sabtu pagi, sehari setelah internet menjadi gelap di banyak bagian negara dan beberapa pesan teks dan layanan ponsel tampaknya tengah diblokir panggilan untuk protes intensif, layanan telepon Cell telah dipulihkan.
Mubarak mengatakan dalam sebuah pidato hari Sabtu bahwa ia meminta anggota Pemerintah untuk mengundurkan diri sehingga ia bisa membentuk pemerintahan baru, di bawah arahannya.
Pemimpin Mesir, yang telah presiden selama 30 tahun, mengatakan, “Kita harus berhati-hati terhadap apa pun yang akan memungkinkan kekacauan.”Dia mengatakan tujuan utamanya adalah untuk melindungi keamanan Mesir, dan ia mengkritik para penjarah dan mereka yang telah ditetapkan kebakaran.
Mubarak, 82, mengatakan bahwa ia mendengar dari demonstran yang ingin kesempatan kerja dan harga yang lebih rendah barang kunci. Menurut terjemahan, ia berkata, “Aku tahu semua hal … bahwa orang-orang bertanya tentang hal itu aku belum pernah terpisah dari itu, dan saya bekerja untuk itu setiap hari..”
WNI AMAN
Dutabesar Indonesia untuk Mesir, Abdulrachman Mohamad Fachir mengatakan kepada BBC keadaan WNI yang ada di Mesir sejauh ini aman.
Menurut dia ada sekitar 6.000 warga negara Indonesia yang tinggal di Mesir, sebagian besar menetap di ibukota Kairo.
Dia mengatakan pihak KBRI sudah meminta masyarakat Indonesia untuk mematuhi aturan larangan keluar yang dikeluarkan aparat Mesir agar tetap selamat.

Pyrocumulus Clouds / Awan Pyrocumulus




Awan Pyrocumulus adalah fenomena lainnya yang berhubungan dengan panas yang terbentuk karena panas yang meluas dan intens dari suatu daerah yang membentuk awan comulus. Gunung berapi, kebakaran hutan, dan ledakan nuklir (dalam bentuk mushrom clouds) adalah penyebab utama terjadinya pyrocumulus clouds.

kejadian alam Aurora Borealis



Pada belahan dunia selatan juga dikenal dengan nama Aurora Australis, Aurora Borealis adalah partikel bermuatan listrik dari matahari yang telah mencapai bagian teratas atmosfir bumi dan menjadi sangat aktif. Aurora biasanya sering terlihat di daerah dekat kutub dan pada waktu dimana siang dan malam sama panjang

kejadia alam Moonbows / Pelangi Bulan



Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS.