Rabu, 11 April 2012

artikel DFD-14Hari untuk Kemerdekaan Baru

SELASA, 23 MARET 2010 DFD-14 HARI UNTUK KEMERDEKAAN BARU oleh Chuck D. Pierce Seperti Pada Jaman Musa, Demikian Juga Kita Pada Hari Ini! KELUAR dan BEBASLAH! HARI 14: Kemenangan sudah dilepaskan! Tetap perhitungkan sampai kita bergerak ke pelipatgandaan! Apa yang dimaksud dengan ‘menghitung omer’? Mengapa kita melakukan ini? Apa yang kita hitung? Ini adalah menghitung hari antara Paskah dan Pentakosta! Penghitungan ini memberikan urutan waktu tuntunan yang membuka jalan pewahyuan baru (waktu Torah diberikan) dan pelipatgandaan (waktu antara penuaian bertih gandum dan penuaian gandum yang pertama). Beberapa kelompok ‘menghitung’ dengan cara berbeda, tetapi masalah sesungguhnya ialah waktu dan menciptakan antisipasi untuk menghasilkan terobosan! Di Wikipedia kita temukan: ‘Penghitungan Omer (Sefirat Ha’omer) adalah menghitung empatpuluh-sembilan hari antara hari-hari libur Yahudi Paskah dan Shavout atau Pentakosta. Mitzvah ini diturunkan dari perintah Torah untuk menghitung empatpuluh-sembilan dimulai dari hari dimana Omer, sebuah perngorbanan satu omer bertih gandum, yang dipersembahkan di Bait Yerusalem, sampai hari sebelum persembahan gandum dibawa ke Bait di Shavout … Ide penghitungan masing-masing hari menunjukkan persiapan rohani dan antisipasi untuk pemberian Torah, yang diberikan oleh Allah di Gunung Sinai pada awal bulan Sivan, di sekitar waktu yang sama hari libur Shavout. Sefer HaChinuh menyatakan bahwa orang Yahudi hanya dibebaskan dari Mesir pada Paskah dalam rangka untuk menerima Torah di Sinai, suatu peristiwa yang sekarang dirayakan di Shavout, dan untuk menggenapkan hukum-hukumnya. Oleh karena itu Penghitungan Omer menunjukkan bagaimana seorang Yahudi rindu menerima Torah dalam kehidupannya sendiri.’ Kisah yang sunguh-sungguh berbicara kepada saya adalah Yosua 5:11-12. MANNA berhenti di hari setelah anak-anak Israel memasuki Tanah Kanaan, ‘Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.’ Anak-anak Israel dilarang memasuki makan gandum baru sampai hari persembahan Omer. Imamat 23:14, ‘Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.’ Apa artinya bagi kita? Ini waktu bagi kita untuk bergerak memasuki penyediaan baru. Bagaimana sorga menjawab kepada kita – sekarang terjadi! Sewaktu kita mendesak maju di 50 hari ini, pewahyuan baru akan turun. Setiap hari lakukan persekutuan dengan cara baru! Sekarang waktu kita untuk bergerak memasuki alam baru dan MELIHAT BERKAT-BERKAT-NYA termanifestasi! Baca Yosua 5! Baca Lukas 24! HARI 13: Kuasa Darah membebaskan KITA! Tulah Kesepuluh: KEMATIAN ANAK SULUNG Melalui tulah demi tulah Allah berkonfrontasi dengan dewa-dewa Mesir. Meskipun begitu Firaun tetap tidak mau melepaskan orang Israel pergi. Salah satu dewa tertinggi Mesir adalah Firaun sendiri. Dia dipandang sebagai ilah, dan tidak hanya memiliki otoritas utama di negaranya, tetapi juga menuntut penyembahan. Dia satu-satunya yang memutuskan apakah orang Israel pergi atau memaksanya tetap di Mesir. Jadi tulah ini langsung diarahkan ke hal yang paling penting, Firaun sendiri. Di Keluaran 4:22-23, Allah memberitahu Musa kalau tulah ini akan membawa pembebasan umat-Nya. Tulah ini yang paling serius dari semua tulah karena melibatkan kematian anak sulung. Selama terjadi tulah para penasihat Firaun dan orang Mesir memohon kepada Firaun untuk membiarkan orang Israel pergi, tetapi dia menolaknya. Tulah ini dirancang untuk merobohkan keangkuhan dan keras-kepala Firaun. Tulah ini sangat mengerikan dan kejam. Tetapi perlu diperhatikan bahwa tulah ini sesungguhnya merupakan dosa-dosa bangsa Mesir yang berbalik untuk menimpa diri-sendiri. Orang Mesir telah membunuh anak-anak Israel dan melemparkan bayi-bayi yang baru lahir ke Nil, maka tulah ini merupakan penghukuman Allah kepada orang Mesir dengan mengorbankan anak-anaknya sendiri. Tetapi ada tawaran anugerah! Kalau mau orang Mesir tidak harus melihat anaknya mati! Allah menyediakan jalan kelepasan bagi siapa pun yang mau menerimanya! Itu ada di darah anak domba. Di malam Paskah, siapa pun yang membubuhkan darah di pintu rumahnya akan dilewatkan dari kematian anak sulungnya. Allah menyediakan jalan keluar untuk menghindari tulah ini, dan sepertinya banyak dari mereka, yang bukan orang Israel, yang ikut keluar dari Mesir, yang mau menerima anugerah ini. Tetapi Firaun begitu yakin akan kekuatan sendiri dan menolak pemberian ini. Firaun yakin dengan kekuatannya dan perlindungan Isis, dewi yang menjagai anak-anak. Dia percaya mereka berdua mampu mengatasi kekuatan Allah yang akan membunuh anak sulungnya. Tetapi Firaun akhirnya belajar bahwa sia-sia mempercayai kekuatan sendiri atau kekuatan yang lain di luar kekuatan Allah. Allah punya suatu penyediaan anugerah bagi semua yang mau menerimanya. Di Mesir, Allah mengijinkan seekor domba mati untuk menggantikan anak sulung. Beberapa abad kemudian, Allah juga menyediakan anugerah ini. Dia memberikan Putra Sulung-Nya, Anak Domba Allah, mati – bukan hanya untuk anak sulung – tetapi bagi semua umat manusia. Kemenangan kita atas kematian bukan datang dari kekuatan kehendak kita atau dari kekuatan supra-alami yang lain, tetapi datang dari kekuatan darah Yesus. 1 Korintus 15:26 mengatakan bahwa musuh terakhir yang kita menangkan adalah maut. Pengorbanan anak domba berlaku untuk keselamatan orang Israel keluar dari Mesir di saat itu, dan pengorbanan Anak Domba berlaku untuk keselamatan umat manusia yang mau menerimanya. Bagaimana kita menghadapi musuh itu dan memenangkannya tergantung dari apa yang kita pakai untuk kemenangan kita. Bersyukur kepada Allah karena Anak-Nya mati menggantikan kita. Baca 1 Korintus 15:16; 2 Petrus 1:18-21. Renungkan Yohanes 3, 19, 20. Hafalkan Wahyu 5:5. HARI 12: Tulah Kesembilan: KEGELAPAN Tulah kesembilan yang Allah kirimkan ke Mesir adalah kegelapan. Ini bukan kegelapan yang biasa. Keluaran 10:21 mengatakan kegelapan ini bisa ‘diraba’. Keluaran 10:22 mengatakan ‘gelap gulita’ — sama sekali tidak ada terang. Dewa tertinggi Mesir adalah Ra, dewa matahari, pembawa terang. Musuh Ra adalah dewa Apep yang menguasai kegelapan. Tulah yang Allah sedang kirimkan ke Mesir saat itu sesungguhnya berkonfrontasi baik dengan Ra maupun Apep. Dengan mengirimkan kegelapan yang lebih pekat dan lebih lama dari apa yang mereka biasa alami, Tuhan menunjukkan kekuatan-Nya atas Ra. Dia menunjukkan bahwa Dia bisa mencegah matahari bersinar di Mesir, tetapi mengijinkan matahari bersinar di Goshen, dimana orang Ibrani tinggal. Dengan ini Dia menunjukkan kuasa-Nya atas dewa kegelapan Mesir. Tuhan bisa memberi terang dimana pun Dia kehendaki! Jadi Allah Israel telah mendemonstrasikan baik kegelapan maupun terang. Mazmur 139:11-12 mengatakan bahwa kegelapan dan terang itu sama bagi Allah. Di tulah kesembilan ini Allah memberi orang Mesir pilihan yang jelas antara kegelapan dan terang. Dia memberi mereka gambaran yang jelas tentang kegelapan dimana mereka berada. Dia juga memberi mereka pilihan yang jelas untuk berubah. Kalau mau mereka bisa memilih Allah Israel, dan memasuki terang! Hal utama yang tetap membuat kita ada di kegelapan itu adalah rasa takut – takut akan bencana, kebingungan, dan penghancuran. Allah ingin kita mengetahui bahwa Dia punya kuasa untuk mengatasi kegelapan. Dia melakukan itu saat kita melihat Dia melalui terang pewahyuan. Alkitab itu penuh dengan janji-janji yang menyatakan bahwa Allah adalah terang kita di dalam kegelapan. Dia akan membuat jalan kita menjadi semakin terang. Dia telah memindahkan kita keluar dari kerajaan kegelapan dan menjadikan kita warga negara Kerajaan Terang Anak-Nya. Kemenangan telak terang atas kegelapan datang melalui Yesus, Terang dunia. Jangan takut! Dia menguasai baik terang siang hari maupun kegelapan malam hari. Baca Reordering You Day. Buku ini menjelaskan tentang empat doa berjaga-jaga (prayer watches) di malam hari antara jam 18.00 sampai 06.00! Baca Kolose 1: 9-20; Mazmur 139: 7-12. Renungkan Yohanes 1:1-9. Hafalkan Mazmur 27:1. HARI 11: Tulah Kedelapan: BELALANG Dialam tulah belalang, Allah mengalahkan dewa-dewa yang ada di Mesir. Shu adalah dewa yang mengatur angin, oleh karena itu Allah mengirimkan belalang yang dibawa oleh angin timur. Nephri adalah dewi yang menjagai gandum dan Renenutet adalah dewi yang menjagai tuaian, dan Allah mengirimkan belalang untuk memakan gandum dan menggagalkan panen. Geb adalah dewa bumi, dan Allah mengirim belalang untuk menutupi seluruh tanaman yang ada di bumi. Heset adalah dewa kelimpahan, dan Allah mengirimkan belalang untuk menyingkirkan kemakmuran Mesir. Dewa-dewa ini bersama-sama dipercayai bertugas memberi dan menjagai tuaian untuk kemakmuran Mesir. Allah menunjukkan bahwa hanya Dia saja yang bisa memberi dan menjagai penyediaan. Kita tidak akan makmur tanpa Dia. Takut kekurangan dan ingin kemakmuran membuat orang Mesir menyembahdewa-dewa ini. Takut dan keinginan merupakan dasar untuk menyembah berhala. Ayub 3:25 mengatakan bahwa apa yang kita takuti itu yang akan mendatangi kita. Keinginan itu yang akan membawa kita ke kerinduan. Minta Tuhan untuk menunjukkan kepadamu jika ada rasa takut akan kekurangan di area-area kehidupanmu. Dia selalu punya sumber penyediaan dan rencana bagimu untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan. Di padang gurun Dia memberi orang Israel roti walaupun mereka tidak menanam dan menuai. Dia juga mengirimkan angin yang membawa burung puyuh sehingga mereka punya daging. Dia mampu memenuhi kebutuhan kita dengan cara yang kreatif atau bahkan secara supra-alami. Biarkan iman kepada kemampuan-Nya menyingkirkan rasa takut kita akan kekurangan! Minta Tuhan menyingkapan jika ada keinginan kita yang tidak benar, yang membawa kita hal-hal yang yang sangat merindukannya. Jika kita sangat merindukan sesuatu kita akan merasa tidak puas sebelum mendapatkannya. Kita tidak akan bisa ikut bersukacita jika ada orang lain yang diberkati. Pada akhirnya, kita akan melakukan sesuatu -- bahkan melakukan dosa -- untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Biarkan Tuhan menyingkapkan setiap keinginan yang bisa membawa kita ke berhala. Jika Dia menyingkapkan sesuatu kepada kita, kabar baiknya ialah, kita bisa bertobat! Cepat mengakui hal ini ke Tuhan, bertobat dan dibersihkan, sehingga kita bisa bergerak untuk memasuki rencana kehidupan kita. Mazmur 37:4 mengatakan bahwa jika kita bergembira karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepada kita apa yang diinginkan hati kita Baca Mazmur 52. Hafalkan Matius 7:22 dan Lukas 12:15. Renungkan Roma 7. HARI 10: Tulah Tujuh: HUJAN ES Di Mesir, dewi yang dikaitkan dengan langit adalah Nut. Dia dipercayai bisa menyediakan penghalang terhadap kekuatan yang bisa merusak tatanan kosmos yang ada di dunia. Dia itu isteri Geb, dewa Bumi, yang dipandang sebagai pelindung bumi. Nut khususnya dikenal sebagai dewi langit malam dengan bintang-bintang dan konstelasi perbintangan yang bisa meramalkan masa depan. Nut merupakan salah satu dewa terpenting. Manusia percaya bahwa perlindungan dari kekuatan penghancur alam tergantung dari bagaimana mereka melayani dia. Saat tulah hujan es turun dari langit untuk menghancurkan tanaman, binatang dan manusia, ternyata Nut tidak berdaya untuk melindungi manusia. Di Ayub 38, Allah menggambarkan hujan es itu sebagai perbendaharaan yang disediakan untuk hari peperangan. Dalam mengirimkan hujan es yang menghancurkan ini, Allah sedang memerangi keyakinan manusia yang menyandarkan keamanan dan perlindungan dari bencana kepada kekuatan lain, bukan Allah. Allah khususnya menantang kepercayaan yang menggantung-diri pada kekuatan alam, atau yang dibimbing oleh bintang-bintang, yang dianggap sebagai kunci dalam kehidupan, yang dianggap mampu menyeimbangkan dan mengharmoniskan, maupun memberikan damai dan kemakmuran di dunia. Kita melihat cara berpikir seperti ini juga masih ada di jaman sekarang, yang merindukan perlindungan terhadap lingkungan yang menjadikan manusia menjadi pelayan dunia, bukannya sebagai penguasa, seperti yang semulanya sudah Allah perintahkan. Cara pikir ini didasarkan atas rasa takut kekurangan, dan bukannya iman akan kelimpahaan. Ini juga terkait dengan mereka yang setiap harinya bersandarkan pada ramalan dan apa kata horoskop. Baca Ayub 38-40 dan biarkan ekspresi penyembahan Allah yang baru, Allah sebagai Pencipta, bangkit di dalam kita. Biarkan Dia menunjukkan bagaimana kita bisa menjadi penilik, pengelola, taman apa pun yang telah Dia berikan kepada kita, sehingga bisa menjadi berbuah-buah dan berlipat-ganda. Biarkan Dia menyingkapkan setiap rasa takut akan kekurangan yang ada dalam hidup kita, sehingga bisa dicabut dan tidak menghasilkan buah keberhalaan. Mengucap syukurlah akan penciptaan-Nya. Ambil waktu untuk menikmati berkat-berkat penciptaan-Nya. Sembah Dia sebagai Allah penciptaan. Hubungkan Bumi dan Sorga dengan penyembahan kepada Yehova! Baca Ayub 38-40. Renungkan Matius 7 dan Lukas 11. HARI 9: Pembebasan dari Mesir – Tulah Enam: Tulah Barah/Bisul/Borok! Sekarang musim dimana kita melihat kesembuhan. Tuhan akan menyatakan diri-Nya sebagai Yehova Rapha! Allah berkata. ‘Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.’ Jika kita mau melakukan penyembahan dengan cara baru, Tuhan akan melakukan penyembuhan di tengah-tengah kita! Saat Tuhan berurusan dengan orang Mesir melalui tulah ke-enam, sistem penyembuhan mereka dikacaukan. Dengan tulah bisul ini Allah langsung menantang kuasa penyembuhan dewa-dewa Mesir. Mesir itu dulu seringkali dianggap sebagai negara yang maju dalam pengobatan. Ini disebabkan karena orang Mesir sering dilanda segala jenis penyakit dan kelemahan! Jadi penyembuhan untuk mengatasai hal ini menjadi bagian sangat penting dalam kehidupan mereka. Penyembuhan tidak hanya dengan memakai obat tetapi dengan sihir. Segala macam penyakit, atau luka-luka dikaitkan dengan dewa atau dewi yang berbeda-beda. Merekalah yang bisa menyebabkan atau mencegah penyakit atau kelemahan itu. Ada dewi-dewi yang dikaitkan dengan gigitan ular atau kalajengking. Dewi yang lain bisa mengirim atau menyembuhkan penyakit. Yang lain lagi bertanggungjawab untuk luka-luka. Setiap jenis penyakit berkaitan dengan ritual, minuman, dan jimat, untuk menenangkan dewa atau dewi sehingga bisa memberi kesembuhan. Para tabib yang ada sangat menjaga rahasia dan misteri kesembuhan. Dengan banyaknya dewa dan dewi untuk hal-hal demikian sepertinya orang Mesir Kuno itu bukan orang-orang yang sehat. Salah satu ritual penyembuhan khusus yang dilakukan mengerikan. Mereka menawarkan korban manusia dan membakarnya hidup-hidup di mezbah tinggi. Kemudian abu dihamburkan ke udara. Mereka percaya bahwa setiap abu yang dihamburkan itu akan memberikan berkat kesembuhan kepada mereka. Tulah bisul Tuhan dilakukan dengan menyuruh Musa mengambil segenggam jelaga dan dilemparkan ke udara. Itu merupakan konfrontasi langsung terhadap kepercayaan mereka. Tindakan Musa ini menimbulkan borok yang melanda Mesir dimana para tabib dan ahli tenung Mesir tidak bisa menyembuhkan. Dewa-dewa Mesir tidak punya kuasa untuk melawan kuasa Allah. Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, salah satu janji Allah ialah memberikan kesembuhan. Di Keluaran 15 Allah mengatakan jika mereka mau mendengarkan suara-Nya dan mentaati Dia, Dia tidak akan menimpakan penyakit apa pun yang ditimpakan ke Mesir … karena Dia adalah Tuhan penyembuh mereka. Allah selalu punya cara untuk penyembuhan. Di Yehezkiel 47:12 Tuhan menunjukkan kepada Yehezkiel pohon-pohon yang daunnya menjadi obat. Tuhan berbicara kepada Yesaya agar menaruh kue ara pada raja Hizkia untuk menyembuhkannya. Ketika Yesus ada di bumi, Dia menyembuhkan semua yang datang kepada-Nya, dan memberi otoritas kepada para murid-Nya untuk melakukan hal yang sama. Dalam sejarah, Allah terus menunjukkan kalau kesembuhan itu asalnya dari Dia, baik secara supra-alami melalui doa atau melalui unsur-unsur lain yang telah Dia tempatkan di bumi. Atasi takhayul dan rasa takut orang Mesir yang ada dalam hidupmu, dan pandang ke Yehova Rapha, Tuhan yang menyembuhkanmu! Baca Keluaran 15:22-26 HARI 8: Tulah Nyamuk dan Tulah Pikat Di Keluaran 8:16 Allah minta Musa untuk memukul tanah maka debunya akan menjadi menjadi nyamuk yang menyengat yang akan menutupi seluruh Mesir. Ini merupakan konfrontasi langsung dengan dewa Mesir Geb, yang dipercayai sebagai dewa bumi. Dia juga dipercayai sebagai dewa yang bisa melepaskan manusia dari kubur memasuki kehidupan berikutnya atau tetap menahanmu di bumi sehingga menjagamu untuk tidak bisa keluar dari kubur. Beberapa terjemahan mengatakan ini tulah kutu, yang akan menjadi cukup buruk, tetapi terjemahan yang lebih baik menyebutkan binatang terbang kecil (gnat) yang suka menggigit/menyengat! Ini binatang yang sangat kecil, hampir tidak nampak, yang akan melukai dengan sengatnya yang menyakitkan. Dan binatang itu ada di mana-mana! Sengatannya kadang-kadang menimbulkan infeksi, yang menimbulkan rasa sangat sakit. Tiba-tiba saja, iman orang Mesir terhadap Geb tergoncang. Bukannya bumi yang yang memberi makanan untuk mereka tetapi menghasilkan binatang terbang kecil yang menyengat ! Dan Geb, dewa bumi, tidak punya kuasa untuk menghentikannya! Untuk mengelahkan Geb berarti mengalahkan rasa takut akan kematian. Geb itu disembah karena punya kuasa untuk menahan kita di kuburan, atau mebebaskannya untuk kehidupan berikutnya. Tetapi Geb kurang kuat untuk mengatasi binatang sekecil nyamuk … bagaimana bisa mempercayainya lagi untuk masa depan setelah kematian? Menarik bahwa tulah ini dikaitkan dengan ‘nyamuk bersengat’. Paulus menuliskan di 1 Korintus 15 bahwa kebangkitan Yesus, maut tidak punya ‘sengat’ lagi. Cara untuk mengatasi rasa takut akan kematian bukan dengan menyembah ilah palsu seperti yang dilakukan oleh orang Mesir, maupun dengan memegang hukum Musa seperti yang dipercayai orang Yahudi. Sengat maut itu ditundukkan dengan iman akan kuasa kebangkitan Yesus. Yesus telah merasakan kematian bagi kita semua dan menjadi Buahsulung akan janji kebangkitan. Kita bisa mengatasi rasa takut akan kematian hanya dengan iman, yang merupakan dasar dari apa yang diharapkan dan bukti dari apa yang tidak nampak. Iman timbul dari pendengaran dan iman bekerja melalui kasih. Biarlah terbangun kasih dalam dirimu untuk mengatasi rasa takut akan kematian. Baca 1 Korintus 15; Filipi 3:7-15; Ibrani 2:9-15 Renungkan Roma 8:31-39 Setelah tulah nyamuk yang menyengat, Tuhan mengirimkan tulah pikat (beberapa terjemahn menyebutnya sebagai kumbang, kumbang kotoran, dan ada juga yang menyebutnya sebagai lalat). Apapun serangga itu, orang Mesir merasa mereka tidak usah menguatirkannya, karena salah satu dewanya yang perkasa akan mampu menguasai serangga itu! Nama dewanya adalah Khepri, dan baik kumbang maupun lalat dianggap ada di bawah kuasanya. Dia dianggap sebagai dewa yang perkasa, yang juga mengatur ciptaan, dan yang setiap harinya mampu sendirian menggerakkan matahari di langit! Orang Mesir melukiskan Khepri dengan kumbang dan lalat di kepalanya. Kumbang kotoran memperoleh namanya , karena kumbang-kumbang ini selalu menggelindingkan kotoran yang bulat di sepanjang tanah untuk dibawa ke sarangnya. (Jika seseorang punya otoritas atas lalat, dia itu adalah seorang dewa dengan kumbang kotoran di kepalanya!) Karena kumbang kotoran ini senantiasa menggelindingkan bola-bola kotoran di atas tanah maka orang Mesir menganggap Khepri yang memutar matahari di langit setaip harinya! Menarik bahwa baik lalat maupun kumbang kotoran itu mempunyai kesamaan, kotoran. Mereka tertarik pada kotoran. Jadi Khepri adalah dewa kotor! Tetapi orang Mesir menganggap dia itu perkasa! Mereka menyebut Khepri ‘dewa yang tercipta-sendiri’. Mereka percaya dia itu tidak diciptakan seperti dewa-dewa yang lain, tetapi muncul dengan sendirinya. Mereka mengira dia mampu membangkitkan kembali dengan pekerjaan dan kekuatan sendiri. Tetapi saat Allah mengirimkan tulah, Khepri tidak mampu menolong! Pesan Allah kepada orang Mesir ialah … jangan begitu menyombongkan dewa kotoranmu! Firman itu juga yang dipesankan kepada kita hari-hari ini. Begitu sering kita sangat menyombongkan kebenaran sendiri. Kita mengira kita bisa bekerja keras dan berlaku cukup baik untuk menyenangkan Allah. Di Filipi 3 Paulus memberitahu kita bahwa dia menganggap pekerjaan baiknya dan kebenaran-dirinya sebagai sampah, sebagai kotoran! Memenangkan dewa kotoran berarti membatalkan semua kesombongan akan pekerjaan dan harapan untuk bisa memperoleh keselamatan dengan kekuatan sendiri. Tolak dewa kotoran pembenaran-diri, dan datang kepada Tuhan dalam kerendahan hati untuk menerima ANUGERAH-Nya! Baca Filipi 3 HARI 7: DILEPASKAN DARI DEWA-DEWA MESIR Tulah kedua: Tulah Katak Tulah kedua yang Allah kirimkan ke Mesir berkaitan dengan yang pertama, karena katak-katak keluar dari Nil. Memang sudah biasa kalau katak-katak keluar dari Nil. Setiap tahun setelah Nil meluap, katak-katak mulai muncul. Mereka sebagai simbol kesuburan dan kehidupan baru, yang muncul dari sungai Nil. Allah menghukum Mesir dengan memberi katak-katak yang melimpah-ruah! Lebih banyak dari yang mereka inginkan … lebih dari yang mereka bisa mengerti. Katak-katak itu ada di rumah-rumah mereka, di tempat-tempat tidur meraka, dan di makanan mereka. Katak ada di mana-mana. Dan dewi-dewi katak tidak berkuasa untuk menyingkirkan katak-katak yang dari Tuhan! Kadang-kadang Allah menghukum orang dengan memberi kepenuhan dari apa yang mereka cari, sampai mereka tidak bisa tahan lagi! Dewi yang berkaitan dengan katak ialah Heket. Dia seorang dewi kelahiran, ciptaan, dan penyemaian benih. Sebagai dewi air, dia juga dewi kesuburan dan kelahiran, khususnya yang berkaitan dengan saat-saat akhir kelahiran. Dia dianggap isteri Khnum, dewa yang menciptakan manusia. Orang Mesir percaya dewi itu yang memberikan nafas hidup sebelum ditaruh di rahim ibu. Jika Hapi dan Khnum dianggap sebagai sumber dan penjaga kehidupan makan Heket adalah dewi yang menjamin masa depan generasi. Para bidan menyembah Heket sebagai dewi yang akan membantu menolong kelahiran anak. Menarik kalau diingat bahwa bidan-bidan Ibrani dikenal sebagai yang ‘takut Allah’, dan bukan takut pada Heket. Mereka tidak membunuh anak laki-laki yang lahir dari perempuan Israel. Rasa takut yang membuat orang Mesir menyembah Heket… takut akan anak-anaknya dan akan masa depan generasinya. Untuk terhindar dari perangkap orang Mesir yang telah jatuh dalam cengkeraman Heket, kita harus menyingkirkan semua rasa takut yang berkaitan dengan anak-anak kita. Rasa takut akan kesejahteraan atau keselamatan mereka akan membawa kita ke berhala bagi anak-anak kita. Jika kita tidak yakin bahwa Allah itu mampu melindungi mereka, kita akan menahan mereka untuk melakukan apa yang Tuhan minta, sehingga mereka tidak mendapat apa yang Tuhan telah sediakan. Kita harus melakukan sesuatu yang bisa memberi perlindungan dan penyediaan yang terbaik bagi anak-anak kita. Jika kita tidak bisa mempercayai kemampuan Tuhan , dan mempercayakan kepada yang lain, seperti yang dilakukan orang Mesir, maka ketakutan itu mendatngkan tulah katak! Saat kita tidur pada malam hari ketakutan akan menunggu kita. Saat kita melangkah keluar kamar di pagi hari, ketakutan kita akan menanti di sana. Dimana-mana kita akan melihat kemungkinan adanya bahaya baru. Mazmur 127 itu bagus untuk menambah pandangan alkitabiah atas anak-anak kita. Dikatakan bahwa sesungguhnya anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Mereka diberikan sebagai berkat, bukana beban. Juga dikatakan jika bukan Tuhan yang menjagai rumah kita, semua usaha akan sia-sia. Ijinkan Tuhan menyingkapkan setiap ketakutan yang berhubungan dengan anak-anak kita. Dedikasikan anak kita kepada Tuhan dan percayai Dia untuk menjadikan kita sebagai orangtua yang anak-anak butuhkan. Baca dan doa memakai Mazmur Psalm 127 HARI 6: Sungai Nil menjadi Darah! Orang Mesir sangat mempercayai dewa-dewanya, yang sesungguhnya roh-roh jahat. Orang Mesir menyembah roh jahat yang kuat sehingga menyengkeram mereka dengan ikatan yang mengerikan. Dengan memberikan sepuluh tulah kepada Mesir Allah bukan hanya merusak negeri itu tetapi juga menunjukkan kebodohan mereka yang mempercayai ilah-ilah palsu ini. Di Keluaran 12:12 Allah menunjukkan maksud-Nya memberi penghukuman pada semua ilah Mesir. Masing-masing tulah yang Allah berikan merupakan konfrontasi langsung dengan salah-satu atau beberapa dewa Mesir. Allah ingin menunjukkan kepada Mesir kesia-siaan berhalanya, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk kembali kepada Allah yang benar. Keluaran 12:38 menuliskan saat Israel meninggalkan Mesir, ‘banyak orang dari berbagai-bagai bangsa‘ turut dengan mereka. Ini petunjuk banyak orang Mesir yang dibebaskan karena tulah kuasa Allah yang sejati. Karena tulah-tulah yang telah dinyatakan banyak orang Mesir memilih untuk meninggalkan Mesir dan menggabungkan diri dengan Allah Sorgawi. Di devosi ini kita akan melihat bagaimana Allah berkonfrontasi dengan keallahan palsu Mesir. Di Mesir kuno, Sungai Nil dipandang sebagai sumber kehidupan, yang memberikan baik makanan maupun air bagi orang Mesir. Setiap tahun ada banjir yang meninggalkan lapisan lumpur yang bisa menyuburkan tanaman di sepanjang tahun berikutnya. Ada dua dewa yang dikaitkan dengan Nil. Yang satu dewa Hapi dan yang lain dewa Khenmu atau Khnum. Hapi disembah sebagai dewa Nil. Dia dianggap bertanggungjawab untuk ikan, burung-burung, dan tanah yang subur yang sungai Nil berikan kepada orang Mesir. Tanpa sungai Nil orang-orang akan mati, sehingga Hapi kadang-kadang dihormati lebih dari Ra, dewa matahari. Bersama-sama dengan Hapi … Khnum juga disembah sebagai dewa Nil. Dia dinamakan “dewa Penjunan.” Dia dipercayai yang membentuk tubuh manusia dari lumpur Nil. Kedua dewa ini dipandang sebagai sumber kehidupan. Khnum yang membentuk tubuh dan Hapi yang memberi makanan dan air yang diperlukan untuk menjaga kehidupan. Itulah mengapa orang Mesir percaya dua dewa ini sebagai sumber dan penjaga hidupnya. Kita sendiri tidak percaya kalau diciptakan oleh seorang ‘Penjunan’ seperti Khnum atau hidup kita dipelihara oleh dewa seperti Hapi. Walaupun begitu kita kadang-kadang masih melihat juga ke sesuatu yang materi atau bahkan kekuatan alami seperti cara pandang orang Mesir dengan dewa-dewanya. Tetapi Allah ingin kita tahu bahwa DIA itu sumber dan penjaga kita! Pertama, Dia mengubah Nil menjadi darah … menjadikannya sumber kematian, bukan sumber kehidupan. Dalam melakukan ini Allah menunjukkan ketidak-mampuan dewa-dewa Mesir. Yang berikut, saat Dia membawa Israel keluar Mesir, Allah secara mujizat menyediakan makanan dan air. Dia menunjukkan bahwa Dia itu sumber dan penjaga yang sejati! Itu hal yang Allah ingin untuk kita ketahui juga. Saat Yesus di padang gurun dan Setan mencobai-Nya untuk mengubah batu menjadi roti, Yesus menjawab, ‘Manusia tidak hidup dengan roti tetapi dengan setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’ Apa yang kita bisa lihat sebagai sumber dan penjaga hidup kita? Ambil waktu sesaat dan renungkan kenyataan bahwa hidup kita datangnya dari Allah. Dialah sumber kehidupan kita. Dengan firman-Nya sorga dan bumi dibentuk. Dia membentuk kita di rahim ibu kita. Kita ini ada bukan karena kebetulan atau kesalahan. Kita merupakan karya tangan Allah. Tuhan juga penjaga hidup kita. Dia bertanggungjawab untuk ini. Dia memberi roti dari tanah untuk memberimu kekuatan. Dia memberkati kita dengan hal-hal yang baik. Dengan firman-Nya bumi menghasilkan makanan dan berlipatganda. Bentuk berhala yang Allah ingin singkirkan dari hidup kita ialah kepercayaan bahwa ada hal lain di luar Tuhan yang bisa menjadi sumber atau penjaga hidup kita. Minta agar Roh Kudus menunjukkan kepada kita setiap cara-pikir yang membuat kita melihat atau menggantungkan diri ke sesuatu yang bukan Allah untuk memberi kebutuhan kita. Ini tulah pertama yang berurusan dengan dasar nilai-nilai inti dalam hidup kita. Ini akan masuk ke inti sistem kepercayaan kita. Jika kita tidak membereskan masalah dari mana asal kita dan bagaimana kita hidup, kita akan membangun banyak berhala untuk mengatasi rasa takut. Untuk menghindari berhala-berhala itu kita harus berakar dan berdasar pada kebenaran. Baca dan renungkan ayat-ayat berikut. Jadikan itu menjadi bagian untuk memahami siapa kita sehingga tidak ada lagi keraguan tentang sumber hidup kita dan siapa yang menjagai hidup kita. Baca Kejadian 1; Mazmur 139; Yesaya 55:8-11 Renungkan Matius 6:25-34 HARI 5: Terpanggil untuk Membebaskan dan Menyembuhkan! Selama musim Paskah, saya selalu memikirkan ‘Panggilan Allah atas Kehidupan Umat-Nya!’ Musa, bukannya dia memilih untuk menjadi bangsawan di Mesir tetapi memilih menjadi gembala di Midian, menggembalakan domba-domba mertuanya. Inilah yang Tuhan sedang persiapkan bagi dia, selama masa 40 tahun. Banyak dari kita saat ini sedang dipersiapkan. Sebagian dari kita bahkan sudah ada dalam persiapan selama bertahun-tahun! Walaupun begitu, di waktu Paskah ini mulai ada gerakan yang akan memakai kalian untuk pembebasan di hari-hari mendatang. Saya seorang pendoa syafaat. Meskipun begitu saya banyak dikenal di banyak tempat di dunia sebagai seorang pemimpin apostolik profetik bagi Tubuh Kristus. Walaupun begitu saya sendiri memastikan bahwa panggilan utama saya adalah syafaat. Tuhan berbicara kepada saya di Yehezkiel 13:5, ‘Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.’ Ini terjadi saat saya berusia akhir 20-an. Tentunya, saya tidak mengerti sepenuhnya arti ayat tersebut, tetapi saya mau memegang panggilan itu. Sementara saya ada di suatu gereja denominasi, Allah mulai membawa oran-orang dalam hidup saya untuk mengembangkan panggilan tersebut. Panggilan saya datang di tahun kedua kuliah saya. Saya saat itu mahasiswa Baptist Student Union State Convention tahun 1972. Saat pembicara memberi undangan, saya mendengar kata-kata ini di roh saya, ‘Saya memanggilmu untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.’ Meskipun saya juga tidak sepenuhnya memahami jalan apa yang harus saya tempuh, sambil kuliah saya juga mengikuti kursus-kursus yang berkaitan dengan kedoteran. Saya terus melangkah dan menyerah pada kata-kata yang telah saya dengarkan. Sampai saya menandatangani kartu misi juga masih belum tahu panggilan yang pasti. Sesungguhnya pikiran saya menolak pikiran yang harus belajar selama delapan tahun, kemudian berakhir di suatu bangsa asing sebagai misonari kesehatan. Saya tidak bisa terlepas dari panggilan ini walaupun saya sudah berpindah ke bidang Bisnis di tahun berikutnya. Ternyata dengan mengubah arah pun tidak bisa mengubah rencana Allah. Panggilan Allah itu Progresif. Ini berarti, kita punya tempat untuk memulai, tetapi Allah yang akan mendewasakan kita sampai ke pemenuhan rencana-Nya. Allah punya rencana atas kehidupan setiap orang. Dia juga punya rencana untuk kelompok orang, dan rencana untuk bangsa-bangsa. Saat Tuhan merajut kita bersama di rahim ibu, rencana itu sudah dimulai. Panggilan Allah ini merupakan bagian tertinggi rencana Allah bagi kita secara perorangan. Allah kemudian akan mendewasakan seluruh panggilan perorangan saat kita secara bersama-sama dalam Tubuh Kristus. Kita tidak pernah dijadikan untuk tidak bergantung kepada yang lain. Allah menjadikan kita sedemikian rupa sehingga karunia-karunia dan tujuan-tujuan akhir kita akan menyelaraskandiselaraskan dengan yang lain. Tangan membutuhkan lengan; mata membutuhkan pikiran; dan seterusnya. Begitu kita mengetahui tempat kita dalam Tubuh Kristus dan melihat bahwa ‘telah disediakan tempat untuk karunia kita’, panggilan kita akan diperluas ke kota dan wilayah dimana kita menjadi bagiannya. Sewaktu kita menjadi penilik, dan setia untuk mendemonstrasikan kovenan rencana Allah di setiap aspek kehidupan, Dia bisa memperluas panggilan kita, bahkan sampai ke bangsa-bangsa. Oleh karena itu, berfungsinya karunia kita bisa bertambah dan bisa dipakai untuk jangkauan yang lebih luas lagi, fungsi yang lebih luas lagi, atau lingkup otoritas yang lebih luas lagi. Setelah kira-kira 30 tahun saya bisa melihat Tuhan mengembangkan panggilan-Nya dalam hidup saya untuk ‘penyembuhan bangsa-bangsa’. Dia pertama-tama menugaskan saya untuk mendoakan keluarga saya yang telah tercerai-berai. Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa jika saya mau berdiri di tempat saya, Dia akan memulihkan keluarga saya. Saya akan menjelaskan hal ini lebih jauh di bagian berikut. Kemudian Dia minta saya berdiri untuk teman saya yang telah salah arah. Allah minta saya berdiri dan bersyafaat untuk teman ini sampai dia menyerah kepada panggilan Allah untuk melayani Firman. Kemudian Dia minta saya berdiri untuk mewakili gereja dimana saya dan isteri saya berjemaat. Gereja ini kemudian mengalami pertumbuhan, memasuki ke program pembangunan yang besar, dan Tuhan mulai berkunjung dan mencurahkan Roh-Nya dengan cara baru di tengah-tengah Tubuh. Sekarang saya dipanggil untuk melihat penyembuhan dari bangsa ke bangsa. Musa berjumpa dengan Allah dan dipanggil. Semak terbakar! Musa datang melihat! Api datang! Malaikat berbicara! Allah datang berhadapan muka! Musa dikirim untuk membebaskan! Dengarkan baik-baik! Hari ini PANGGILAN-Nya sedang dilepaskan dari sorga dengan cara baru bagi kita! Tuhan kemudian meminta saya berdiri dan berdoa untuk Gereja dan bangsa-bangsa yang tadinya bagian dari negara-negara blok Soviet. Di titik ini saya melangkah memasuki pemahaman dinamik tentang penyembuhan bangsa-bangsa. Saya melakukan doa rantai dan bekerja-sama dengan organisasi-organisasi untuk melihat orang-orang Kristen yang dianiaya di wilayah-wilayah tersebut dibebaskan dari penjara. Setelah terjadinya perubahan di tahun 1989-1991 di bangsa-bangsa, Tuhan menyusun situasi sehingga saya bisa bertemu dengan seorang ibu bernama Cindy Jacobs, yang kemudian memperkenalkan saya dengan Peter Wagner dan Bobbye Byerly. Mereka kemudian membuka pintu bagi saya untuk menjadi pemimpin doa jendela 10/40, wilayah yang paling tidak terinjili di dunia. Sejak saat itu Allah menugaskan saya ke banyak bangsa untuk saya doakan. Iman saya telah dinaikkan sewaktu saya mempunyai kemajuan dalam panggilan-Nya, mempercayai panggilan-Nya untuk menyembuhkan bangsa-bangsa, dan membebaskan para tawanan kerajaan Setan. Baca Keluaran 3, Yesaya 6, Lukas 5, dan Yohanes 21 Hari-4: Mengatasi Benteng-benteng Musuh dan Meruntuhkan Tahta Kejahatan! BENTENG-BENTENG! Salah satu dari banyak hal yang membuat umat Allah ada dalam ikatan adalah suatu benteng. Benteng adalah kubu-kubu atau sesuatu menyebabkanmu terkungkung. 2 Korintus 10 menyatakan benteng-benteng rohani dibentuk oleh pemikiran yang melebihi dan menentang pengetahuan Kristus. Landasan sebuah benteng adalah suatu sistem-kepercayaan (belief system) atau cara-pikir (mindset) yag menentang kebenaran Allah. Banyak kali sebuah benteng terbentuk pada saat ada tekanan, trauma atau kebutuhan. Iblis mendatangimu untuk menuduh Allah atau menawarkan suatu tawaran pemecahan masalah atau jalan keluar yang bisa menyebabkan Allah akan keluar dari proses. Ini sesungguhnya akan membawa ke ikatan yang lebih besar lagi. Suatu benteng akan ditandingkan dengan ‘pengetahuan’ Allah. Pengetahuan artinya kehidupan atau pengalaman interaktif, bukan suatu teori atau melulu pemahaman intelektual tentang Allah. Pengetahuan sejati itu dihubungkan dengan pengalaman pribadi yang telah dicoba dan terbukti benar. Setan akan memberimu jalan keluar dari masalah yang tidak melibatkan campur-tangan kasih Allah. Tidak ada kemungkinan untuk mengadakan interaksi pribadi dengan Allah. Untuk melandasi kebohongan ini dibangun sistem penyembahan palsu. Kita menyembah apa yang kita layani. Jika iblis memberikan caranya untuk keluar dari tekanan, kita akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menjagai jalannya tetap terbuka. Kita akan melayani sistem agar kebohongan tersebut tetap bercokol. Biarkan Allah menunjukkan kepadamu setiap benteng yang telah berkembang di hidupmu. Biarkan Dia menyingkapkan dimana pun musuh telah mempengaruhimu sehingga Allah tidak bisa masuk untuk menolongmu. Biarkan kebenaran Allah mencabut kebohongan iblis sehingga benteng-benteng demonik dihancurkan dan engkau bebas untuk menyembah Allah yang benar dan yang hidup. Renungkan: 2 Kor. 10:3-6; Kel. 12:12; Yos. 24:14 Di Mesir saat itu telah dikembangkan jaringan sistem penyembahan dimana ilah-ilah dan dewa-dewa menawarkan perlindungan dari setiap sumber masalah yang muncul. Israel telah hidup di bawah sistem ini selama 400 tahun. Untuk membawa umat-Nya keluar waktu Paskah, Allah telah membuktikan bahwa Dia lebih berkuasa dan ada di atas semua ilah-ilah Mesir. Dia telah menghancurkan benteng-benteng yang para ilah Mesir telah tawarkan ke bangsa itu. Allah harus menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang akan mencampuri demi umat-Nya. Melalui tulaah-tulah Mesir Allah menunjukkan diri-Nya itu lebih kuat dari semua ilah-ilah Mesir. Dia menghakimi mereka dengan menunjukkan ketidak-mampuan mereka bertanding dengan kuasa-Nya.Allah ingin menghancurkan benteng-benteng di hidupmu. Dia ingin membuktikan diri-Nya perkasa demi kita. Dia sedang mendengarkan teriakan umat-Nya dan mencari hati-hati yang mau beribadah kepada-Nya. TAHTA KEJAHATAN! Jika kekuatan jahat di angkasa disembah oleh manusia di bumi, terjadi persepakatan tidak kudus antara angkasa dan bumi akan ditegakkan tahta kejahatan. Sama seperti Allah itu bertahta d atas puji-pujian umat-Nya, roh-roh jahat akan bertahta saat mereka disembah. Siapa pun yang bertahta akan punya hak dan kuasa untuk memerintah. Ini yang menjadi masalah di Mesir sebelum Keluaran. Agar Israel bisa keluar dari Mesir maka perlu tidak hanya menghancurkan kuasa ilah-ilah Mesir, tetapi dengan menegakkan tatanan baru penyembahan kepada Tuhan. Ini merupakan perhatian Allah sejak semulanya. Inilah sebabnya mengapa Dia mengatakan ‘Biarkan umat-Ku pergi sehingga mereka bisa menyembah-Ku.’ Bangsa tidak bisa dibangun di Tanah Perjanjian tanpa Tuhan bertahta di atas mereka. Tahta kejahatan bisa di atas lokasi geografi, atas sekelompok orang, atau bahkan atas kehidupan pribadi seseorang. Mazmur 94:20 mengatakan bahwa tahta kejahatan tidak bisa disandingkan dengan Allah. Keduanya tidak bisa memerintah dalam waktu yang bersamaan. Dimana Allah bertahta oleh pujian dan penyembahan umat-Nya, tahta kejahatan harus runtuh. Sewaktu Allah melepaskan kita dari kekuatan kuasa demonik, kita harus bisa melihat bahwa kunci untuk menjadi tetap bebas adalah menyembah Allah dengan cara yang baru. Alkitab memberi banyak contoh bagaimana meruntuhkan tahta-tahta kejahatan. Di Hakim-hakim 6, Gideon diperintahkan untuk merobohkan mezbah Baal ayahnya dan mendirikan mezbah untuk Allah di tempat itu. Mezbah Baal ini bukti adanya mezbah bersama. Saat Gideon merobohkannya umat dibebaskan dan kembali kepada Allah dan roh yang memampukan orang-orang Midian untuk mencuri panen mereka setiap tahunnya dipatahkan. Di bangsa Yehuda banyak beberapa kebangkitan yang dicatat setelah berhala-berhalanya disingkirkan. Salah satu yang terkenal adalah saat di bawah Raja Hizkia. 2 Raja-raja 18 dan 2 Tawarikh 30 mencatat bahwa hal pertama yang dia lakukan setelah menjadi raja ialah meruntuhkan mezbaah-mezbah berhala, membersihkan Bait Allah dan memulihkan penyembahan. Tahta-tahta kejahatan dijatuhkan maka Allah akan bertahta di negeri! Mereka kemudian merayakan Paskah! Karena hal ini, 2 Raja-raja 18:7 menyatakan kepada kita bahwa Tuhan menyertai Hizkia kemana pun dia pergi dan dia beruntung. Selama pemerintahannya pasukan Assyria datang melawan Yerusalem, tetap Allah mengirimkan seorang malaikat yang membunuh 185,000 mereka dalam satu malam. Yehuda tidak pernah jatuh ke tangan Assyria karena tahta Tuhan telah ditegakkan di atas negeri. Dalam SEPULUH HARI BERIKUT KITA AKAN MEMBICARAKAN TULAH-TULAH ISRAEL! Perhatikan bagaimana kekuatan roh jahat yang Allah hadapi dan menangkan. Biarkan Allah membebaskanmu dari kuasa roh-roh tersebut dalam hidupmu. Lakukan seperti Gideon dan tegakkan mezbah penyembahan di tempatnya. Saat kita menghampiri Paskah, kita akan punya kebebasan baru dalam menyembah. Begitu kita menyembah bersama-sama dari wilayah ke wilayah, kita akan melihat Allah bertahta dengan cara baru sehingga kehendak-Nya bisa dijadikan di bumi seperti di sorga. Kuasa-Nya untuk memerintah akan dimanifestasikan dimana Dia disembah. Baca: Hakim-hakim 6-7, 2 Raja-raja 18:1-8, 2 Tawarikh 29:1-11, Kolose 3:1-17 Hari-3 PASKAH (pandangan Israel) Martin dan Norma Sarvis datang dari Israel untuk mengikuti Paskah bersama kami di Tenda. Selama berminggu-minggu mereka telah menuliskan Israel Update kami. Kalian bisa berkunjung ke website kami untuk memperoleh list ini. Kami senang punya hubungan langsung untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di Israel sehingga kami bisa “mendoakan kedamaian di Yerusalem secara harian.” Saya minta mereka menulis devosi kita hari ini. Saya harap kalian juga mengikuti Firstfruits terbaru kami. Saya juga percaya kalian juga akan bergabung dengan kami di pertemuan Paskah. Sekitar seminggu yang lalu, 15 Maret, kita memasuki bulan Ibrani Aviv atau Nisan. Ini menjadi ‘Bulan Pertama’ Ibrani (Keluaran 12:2; 13:4; 23:15), dan tetap dipegang oleh penanggalan agama kita (angka tahun berganti di Feast of Trumpets pada musim gugur). Nama Nisan sudah dipakai sejak penawanan di Babylonia; tadinya dinamakan “bulan kesepuluh ‘aviv’ (atau “abib”), kata yang berasal dari “keadaan pertumbuhan gandum saat bijinya telah mencapai ukuran maksimum dan penuh berisi tepung, tetapi belum kering” (Wikipedia). Hari ini “Aviv” dikenal di Israel sebagai kata Ibrani untuk “Musim Semi”. Pada hari kesepuluh bulan ini di setiap rumahtangga Ibrani yang ada di Mesir saat itu menyisihkan seekor anak domba atau kambing. Pada senja hari ke 14 anak domba tersebut di sembelih, dan darahnya dioleskan ke ambang-ambang dan tiang-tiang pintu. Jika di tengah malam TUHAN berjalan di negeri itu, Dia akan ‘melewati’ pintu-pintu yang bertanda darah, dan tidak mengijinkan si pemusnah memasukinya. (Jika kalian bergabung dengan kami di Paskah, saya buatkan masing-masing permata khusus yang melambangkan “Pintu Masa Depanmu”). Paskah itu merupakan hari libur di Israel — akan ada suasana sukacita dengan semakin mendekati harinya, seperti pengalaman saat “Musim Natal” di negara Barat — meskipun tentunya sangat berbeda. Sekolah diliburkan beberapa minggu; toko-toko menyingkirkan atau menutupi makanan-makanan yang mengandung ragi; banyak rumah orang-orang Yahudi, baik secara kelihatan maupun tidak, ‘menghilangkan ragi lama” dalam rangka pembersihan rumah mereka. Keluarga-keluarga mulai mengumpulkan barang-barang untuk ‘malam seder’. Seder berarti “tatanan” di Ibrani, ini merupakan kata yang menunjukkan tatanan dan pengaturan duduk yang dilakukan setiap tahun sebagai tindakan penghormatan YHVH TUHAN yang menuntun Israel keluar dari perbudakan di Mesir dengan tangan kanan-Nya yang kuat (Keluaran 13:3-10). Bagi umat percaya Messianic, domba Paskah juga menyatakan pengorbanan ‘Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia’, yang menyediakan keselamatan bagi mereka yang dengan iman menemukan tempat perlindungan di bawah Darah yang Dicurahkan. Di Perjanjian Baru, Paskah menjadi perayaan ziarah. Banyak orang yang berkumpul di Yerusalem untuk menonton perayaan tahunan. Dalam perayaan-perayaan Paskah ini Yesus disalibkan di kota. Dia dan para murid-Nya makan perjamuan Paskah bersama di malam kematian-Nya. Seperti darah anak domba yang menyelamatkan orang Ibrani di Mesir dari pemusnahan, darah-Nya, sebagagai korban utama Paskah, menebus kita dari kuasa dosa dan maut. Pada hari ketiga, hari setelah “Sabbath” Paskah, saat seberkas gandum dilambai-lambaikan di hadapan Tuhan (Imamat 23:11), kami merayakan kebangkitan Yeshua dan kebangkitan keimaman ke tempat Tinggi untuk mempersembahkan diri-Nya ke hadapan Bapa mewakili kita semua sebagai Buahsulung dari kematian! Minta Tuhan memberimu pewahyuan bagaimana untuk “MENATA/MENGATUR” hidupmu dengan cara baru sewaktu mendekati hari Paskah mendatang. Jangan lupa bergabung dalam “The Glory Seder Night” pada hari Senin malam. Kalian bisa bergabung via web. Baca Markus 14, 15 HARI-2 Tidak Terjadi Tanpa Darah! Di kitab Wahyu rasul Yohanes menunjukkan ada sebuah pintu yang terbuka di Sorga dan terdengar undangan, ‘Naiklah!’ Yesus sendiri yang menawarkan undangan ini kepada kita, ‘Buka pintu hatimu!’ Saat kita menyambut undangan ini, Dia mengatakan Dia akan masuk dan makan bersama kita. Di Yohanes 10 Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Pintu. Setiap orang yang memasuki bersama-Nya akan diselamatkan. Coba bayangkan – memasuki alam Sorga, makan bersama Tuhan, dan memasuki tempat di mana Tuhan berada, El Shadai, Yang Mahakuasa, dimana semua akan dijamin! Semua arahan ini, undangan dan janji-janji ini, tidak mungkin diperoleh tanpa pintu yang lain. Kita lihat pintu ini di Mesir saat Tuhan berbicara kepada Musa untuk kemerdekaan yang akan datang. Kematian akan memberikan kemerdekaan. Melalui serbuan kematian di negeri itu, Tuhan memberikan jalan kelepasan bagi umat-Nya. Allah memilih Musa dan Harun untuk menerima instruksi-Nya. Allah kemudian minta mereka memanggil para tua-tua untuk berkumpul. Mereka mencoba membagikan sebisa mungkin kepada para tua-tua tentang apa yang akan terjadi. Kematian akan datang dengan jumlah yang belum pernah mereka lihat. Hidup mereka hanya akan diselamatkan oleh satu hal saja, darah yang dioleskan pada ambang pintu mereka yang percaya kepada Tuhan untuk membebaskan mereka terhadap kungkungan politik dan spiritual yang ada. Mereka minta orang Israel untuk mengambil anak doma – bukan sekedar anak domba --- tetapi anak domba yang tanpa cacat, dan menyembelihnya. Anak domba yang akan menjadi Anak Domba Paskah. Para tua-tua tidak paham sepenuhnya akan pentingnya apa yang sedang diminta untuk mereka lakukan. Apa yang perlu mereka lakukan hanya percaya dan mentaatinya. Mereka tidak tahu bahwa beratus-ratus tahun kemudian malam yang mereka lewati itu akan dirayakan dan diulangi di rumah-rumah sebagai pengingat akan kasih dan penyediaan Allah. Darah anak domba yang tanpa cacat yang dioleskan di ambang-ambang pintu mereka di Mesir akan menjadi perayaan PASKAH yang pertama. Kematian akan melewatkan tempat dimana ada darah. Ini akan menjadi pelajaran bahwa kehidupan dan kemerdekaan yang disediakan bagi mereka itu diperoleh karena ada kehidupan lain yang sudah diberikan di tempat itu. Pilihan mereka hanyalah hidup atau mati. Tetapi anugerah kehidupan itu TIDAK TERJADI TANPA DARAH! Baca Ibrani 9 Baca 1 Petrus 1:18-19, ‘Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat’. Pengantar Redaksi: Mulai hari ini, di samping Devosi & Fokus Doa 40 hari untuk merubah, menerima vitalitas baru, dan bergerak maju ke janji-janji berikut yang Tuhan sediakan, kami juga terbitkan Devosi & Fokus Doa 14 Hari untuk Kemerdekaan Baru. Tuhan Yesus memberkati. - - - - - - - - - - - - - - - - 14 hari mulai hari ini bisa merupakan sesuatu yang kritis dalam kehidupan kita. Ke 14 hari yang berikut ini bisa mengubah jalan sejarah. Kita memasuki musim rohani di sejarah dunia. Bangsa ini saat ini telah membuat perubahan dengan memasuki musim perubahan dan konsekwensi. Sekarang ini pemerintahan-pemerintahan di dunia sedang mencoba menciptakan panggilan kepada umat Allah untuk kembali ke Hari Pembebasan! Paskah tahun ini akan menjadi sesuatu yang bersejarah! Allah yang sama yang telah mengunjungi Musa saat itu, yang mengumpulkan para tua-tua kovenan-Nya, saat ini berkata, ‘Kumpulkan kembali mereka untuk mendapatkan strategi dan kekuatan bisa melangkah melewati taktik musuh yang ada di dunia saat ini.’ Paskah bukan hanya hari, tetapi merupakan suatu musim! Kita harus selalu berdoa untuk Kedamaian Yerusalem. Israel membutuhkan waktu pembebasan. Ketika waktu Tuhan datang, ada proses bagi Israel untuk dibebaskan. Israel sekarang ini ada di proses yang sama dengan jaman Musa pada waktu itu. Setiap bangsa ada dalam proses untuk bisa melihat kesempatan bisa menghubungkan diri dengan Israel. Masalah utamanya ialah Tubuh Kristus. Apa kita bisa belajar mengenal posisi kovenan kita sewaktu berdiri bersama bangsa Israel? Saat Israel berjalan untuk kebebasan bagi rencana Allah untuk masa depannya, apakah kita juga sedang dibebaskan bersama mereka? Bagaimana bisa memikirkan kebebasan jika sedang dalam kepungan musuh? Kita membutuhkan suara-suara yang berteriak ke musuh kita, ‘Biarkan umat-Ku pergi agar mereka bisa melayani-Ku!’ Bagi Musa, ini merupakan teriakan yang tidak tergoyahkan. Tidak tergantung pada reaksi manusia dan tidak tergantung pada reaksi Firaun, dia terus berteriak. Teriakan memang TIDAK mengubahkan. Permohonan juga TIDAK mengubahkan. Tetapi Allah-lah yang mengubahkan!!! Sampai waktu pembebasan ada GOSHEN, tempat perlindungan yang di’semaikan’ untuk persiapan masa depan mereka!!! Jangan takut, Tubuh Kristus … ada teriakan yang akan membebaskanmu! Jangan takut, Tubuh Krstus … ada Goshen! Tempat dimana kita disemaikan untuk masa depan pembebasan kita. Ada tempat dimana sihir dan kejahatan tidak bisa menyentuh kita di musim pembebasan ini. Ada tiga kunci untuk pembebasan: Anak Domba, darah, dan lengan kuat Tuhan yang terulur. Pembebasan tidak datang tanpa pengorbanan. Harus ada anak domba! Umat harus memelihara anak dombanya selama empat hari sebelum disembelih untuk menudungi mereka. Harus dibuat pengorbanan. Harus ada lengan Tuhan yang terulur yang tidak akan gagal … bahkan untuk hari ini! Raih dan ijinkan tangan kita terlihat oleh oleh mata Tuhan dan ijinkan pembebasan kita dimulai. Tidak Terjadi Tanpa Darah! Di kitab Wahyu rasul Yohanes menunjukkan ada sebuah pintu yang terbuka di Sorga dan terdengar undangan, ‘Naiklah!’ Yesus sendiri yang menawarkan undangan ini kepada kita, ‘Buka pintu hatimu!’ Saat kita menyambut undangan ini, Dia mengatakan Dia akan masuk dan makan bersama kita. Di Yohanes 10 Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Pintu. Setiap orang yang memasuki bersama-Nya akan diselamatkan. Coba bayangkan – memasuki alam Sorga, makan bersama Tuhan, dan memasuki tempat di mana Tuhan berada, El Shadai, Yang Mahakuasa, dimana semua akan dijamin! Semua arahan ini, undangan dan janji-janji ini, tidak mungkin diperoleh tanpa pintu yang lain. Kita lihat pintu ini di Mesir saat Tuhan berbicara kepada Musa untuk kemerdekaan yang akan datang. Kematian akan memberikan kemerdekaan. Melalui serbuan kematian di negeri itu, Tuhan memberikan jalan kelepasan bagi umat-Nya. Allah memilih Musa dan Harun untuk menerima instruksi-Nya. Allah kemudian minta mereka memanggil para tua-tua untuk berkumpul. Mereka mencoba membagikan sebisa mungkin kepada para tua-tua tentang apa yang akan terjadi. Kematian akan datang dengan jumlah yang belum pernah mereka lihat. Hidup mereka hanya akan diselamatkan oleh satu hal saja, darah yang dioleskan pada ambang pintu mereka yang percaya kepada Tuhan untuk membebaskan mereka terhadap kungkungan politik dan spiritual yang ada. Mereka minta orang Israel untuk mengambil anak doma – bukan sekedar anak domba --- tetapi anak domba yang tanpa cacat, dan meneyembelihnya. Anak domba yang akan menjadi Anak Domba Paskah. Para tua-tua tidak paham sepenuhnya akan pentingnya apa yang sedang diminta untuk mereka lakukan. Apa yang perlu mereka lakukan hanya percaya dan mentaatinya. Mereka tidak tahu bahwa beratus-ratus tahun kemudian malam yang mereka lewati itu akan dirayakan dan diulangi di rumah-rumah sebagai pengingat akan kasih dan penyediaan Allah. Darah anak domba yang tanpa cacat yang dioleskan di ambang-ambang pintu mereka di Mesir akan menjadi perayaan PASKAH yang pertama. Kematian akan melewatkan tempat dimana ada darah. Ini akan menjadi pelajaran bahwa kehidupan dan kemerdekaan yang disediakan bagi mereka itu diperoleh karena ada kehidupan lain yang sudah diberikan di tempat itu. Pilihan mereka hanyalah hidup atau mati. Tetapi anugerah kehidupan itu TIDAK TERJADI TANPA DARAH! Baca Ibrani 9 Baca 1 Petrus 1:18-19, ‘Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat’. HARI-1 Allah selalu punya rencana untuk memerdekakan! Kita sedang memasuki salah satu waktu yang sangat penting dalam tahun ini. Di Alkitab ini disebut dengan Paskah. Ini perayaan penebusan dan pembebasan dengan kuasa darah. Ini perayaan pembebasan Israel dari Mesir, tetapi juga pembebasan kita dari Setan dan dosa, oleh darah Yesus, Anak Domba Paskah kita. Di KELUARAN 12, kita baca, ‘Ambil seekor anak domba dan sembelihlah pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit … itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman.’ Di devosi kita beberapa hari mendatang ini kita akan melihat cerita Paskah untuk mengajar kita mengatasi kekuatan demonik yang mengikat umat Allah. Kitab Keluaran menyebutan Israel ada dalam perbudakan di Mesir. Mesir itu negeri yang sombong, sangat maju dan bangsa yang kuat di dunia saat itu. Dikenal dengan arsiteknya yang agung, pembelajaran, dan militer yang kuat! Kitab Keluaran dimulai dengan kisah dimana bangsa Mesir memperbudak orang-orang Israel dengan kejam selama 400 tahun. Orang-orang Israel dicambuk, dipekerjakan sampai mati, dan membunuh anak-anaknya! Kabar baiknya adalah: Allah punya rencana pembebasan! (Allah selalu punya rencana pembebasan!) Sewaktu Israel berseru-seru kepada Allah, Allah mulai melaksanakan rencana-Nya. Untuk bisa memahami rencana Allah atas Israel kita perlu memahami apa yang telah terjadi di Mesir di dunia roh. Mesir itu negeri yang penuh dengan kuil-kuil dan monumen-monumen yang dibangun untuk menghormati allah-allah palsu mereka. Bangsa Mesir menyembah allah-allah palsu dan percaya merekalah yang memberi kemakmuran dan keamanan. Tetapi allah-allah palsu itu tidak lain adalah roh-roh jahat. Penyembahan palsu bangsa Mesir seseungguhnya telah menciptakan penguasa roh-roh jahat di atas negeri itu yang mengikat mereka! Hal ini yang selalu terjadi. Begitu di suatu tempat dilakukan penyembahan berhala dan penyembahan palsu maka akan mengundang penguasa jahat untuk memasuki wilayah tersebut dan mengikat orang-orang yang ada! Dan bukan saja orang-orang Israel saja yang ada dalam ikatan, orang-orang Mesir juga hidup dalam penyiksaan kejam kekuatan roh jahat itu! Jika kita pernah mengunjungi tempat yang tidak ada orang Kristen atau ada kewarisan Firman, kita akan menemukan tingkatan kegelapan dan penyiksaan yang belum pernah kita alami. Bahkan mereka yang terlibat penyembahan berhala selalu mengalami hal yang tidak menyenangkan! Tanah Mesir dicengkeram dengan kegelapan tesebut! Kekuatan jahat di Mesir itu menciptakan atmosfir yang menyebabkan umat Allah terpenjara. Untuk bisa membebaskan orang Israel dibebaskan maka kuasa roh-roh jahat atas teritorial itu harus dilenyapkan. Allah melakukan ini dengan serangkaian KONFRONTASI KUASANYA dengan kekuatan-kekuatan jahat tersebut! Kita kenali ini dengan TULAH-TULAH MESIR. Tulah-tulah Mesir itu merupakan konfrontasi struktur agama roh jahat di negeri itu untuk menghancurkan kekuatannya! Kesepuluh tulah itu merupakan program 10-langkah untuk MEMBEBASKAN Israel! Allah juga ingin membebaskan kita dari ikatan musuh. Beberapa hari mendatang kita akan belajar bagaimana ini bisa kita alami. Kita mulai hari ini dengan mohon Allah menunjukkan kepada kita bagaimana musuh telah mengikat kita, dan bagaimana kita BISA dibebaskan dengan Darah anak Domba! Baca Keluaran 12. Kemerdekaan itu sedang datang kepada kita, bersiaplah untuk bisa bergerak dengan cepat! Paskah ini akan merintis jalan untuk musim berikut kita!

Rabu, 07 Desember 2011

memahami fungsi2 b.indonesia sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan hasil pemikiran

BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN
BAB I. PEMBAHASAN
BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN
1.Latar Belakang Mata Kuliah Bahasa indonesia
Mata kuliah Bahasa indonesia merupakan mata kuliah wajib diberikan disemua jenjang dan jalur pendidikan. Hal ini dikemukakan dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem pendidikan Nasioanal dan ditegaskan kembali pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sitem pendidikan Nasional. Dalam Surat Keputusan direktur Jendral Pendidikan Tinggi departemen pendidikan Nasional nomor 323/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum pendidikan Tinggi dan Penilain Hasil Belajar Mahasiswa, bahasa Indonesia termasuk dalam Mata Kuliah Pengembangan kepribadian (MPK) bersama-sama dengan Pendidikan Agama dan pendidikan Kewarganegaraan.
MPK adalah mata kuliah yang menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelanggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. MPK terdiri atas mata kuliah yang relevan dengan tujuan pengayaan wawasan, pendalaman intensitas pemahaman dan penghayatan Mpk inti.
Surat keputusan Derektur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, Menyatakan Bahwa:
Visi MPK
Visi MPK merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelanggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia Seutuhnya.
Misi MPK
Misi MPK membantu mahsiswa memantapkan kepribadinnya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air sepanjang hayat dalam menguasai ,menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan



Kompetensi MPK
Standar kompetensi yang wajib diikuti mahasiswa meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama, budaya, dan kewarganegaraan dan mampu menerapakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan seharo-hari; memiliki kepribadian yang mantap;berfikir kritis, bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis; berpandangan luas dan bersikap demokratis yang berkeadaban.
a). Visi dan Misi Matakuliah Bahasa Indonesia
~ Visi
Menjadiak Bahasa Indonesia sebagai salah satu instrumen pengembangan kepribadian mahsiswa menuju tebentuknya insan terpelajar yang mahir berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.
~ Misi
Tecapainya kemahiran mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia untuk menguasai, menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia yang berkepribadian.
b). Kopetensi Mahsiswa dalam Pembelajaran bahasa Indonesia
~ Kompetensi Bahasa Indonesia
Menjadiakn mahsiswa ilmuan dan profesional yang memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasional dan mampu mengunakannya secara baik dan benar untuk mengungkapakan pemahaman, rasa kebangsaan, cinta tanah air, dan untuk berbagai keperluan dalam bidang ilmu, teknologi, dan seni serta profesinyamasing-masing.
~ Standar Kopentensi
mahsiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia untuk mengungkapkan pikiran, gagasan dan sikap ilmiah dalam berbagai bentuk karya ilmiah yang berkualitas, baik tulis maupun lisan, dan menggunakan kemahiran dalam Bahasa Indonesia untuk mengembangkan diri sepanjang hayat.
c). Substansi Kajian
Mata kuliah bahasa Indonesia sebagai MPK menekankan keterampilan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasional secara baik dan benar.
2.Bahasa Indonesia Sebagai Alat komunikasi
Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakn media bahsa. Bahasa harus dipahami oleh semua pihak dalam suatu komunitas. Komunikasi merupakan penggerak kehidupan. Jadi, tidak mungkin dapat dihilangkan karena manusia makhluk sosial yang selalu membutuhkan interkasi / hubungan dengan manusia lain. Dlam era informasi, bahasa akan lebih berperan, seperti pendapat Daoed Joesoef yang disampaikan pada kongres bahasa Indonesia III (1983) di jakarta: “Bnagsa yang telah maju peradabannya ditandai tidak saja oleh kemampuannya menguasai alam, membanguan industri berat, membuat jaringan jlan raya, dan sistem pelayanan jasa yang bermutu tinggi, tetapi juga oleh tingkat pemakaian bahsa dalam keanekaragamaan kehidupan”.
Bahasa dapat berupa bahsa verbal dan bahsa nonverbal. Bahas verbal, digunakan oleh manusia normal dan suasaba normal pula, denagn menggunakan unsur kata-kata sebagai simbol. Bahsa nonverbal,menggunakan isyarat, digunakan misalnya oleh penyandang cacat fisik (bisu tuli) atau oleh orang normal pada situasi tetentu (bursa saham). Ada bahasa yang digunakan pada kalangan tertentu, misalnya bahasa gambar sebagai visualisasi gagasan, seperti gambar teknik, fotografi, lukisan dan simbol; yang masing-masing dapat diukur dengan rasional logis dan irasional abstak.
3.Sejarah Bahasa Indonesia
Berawal dari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, bahsa Indonesia mempunyai fungsi majemuk, menjadi bahsa persatuan, bahasa negara, bahsa resmi, bahsa penghubun antar individu, bahsa pergaulan, dan yang tak kalah penting sebagaibahsa pengantar disemua sekolah di Indonesia. Bahasa Indonesia dilatarbelakangi oleh beratus-ratus suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahsa daerahnya yang menjadikannya bhasa pertama. Walaupun masih banyak orang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahsa kedua, sekarang masih banyak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahsa pertama.
Bahsa kita dinamai bahsa Indonesia, berasal dari bahsa melayu , yaitu salah satu bahsa daerah dibumi nusantara ini.
, untuk mengusir penjajahan Belanda dan meraih kemerdekaan. Selanjudnya, bahas ini digunakan dalam berbagai kehidupan secara luas, maka tidak ada yang memprotes ketika bahasa melayu dinobatkan menjadi bahsa indonesia.
Apakah sebenarnya bahasa Indonesia itu?
Prof. Dr. A. Teeuw (Sarjana Belanda)
bahasa Indonesia ialah bahsa perhubungan yang berabad-abad tumbuh dengan perlahan-lahan dikalangan penduduk Asia Selatan dan setalah bangkitnya pergerakan rakyat Indonesia pada abad XX dengan isyaf diangkat dan dimufakati serta dijunjung sbagai bahsa persatuan.
Amin Singgih
bahasa indonesia ialah bahsa yang dibuat , dimufakati, dan diakui serta digunakan oleh masyarakat seluruh Indonesia sehingga sama-sekali bebas dari unsur-unsur bahsa daerah yang belum umum dalam bahasa kesatuan kita. Dengan kata lain, bahasa indonesia ialah bahsa melayu yang sudah menyatu benar dengan bahasa suku-suku bangsa yang ada dikepulauan nusantara. Adapun bahsa daerah yang disumbangka, betul-betul telah mneyatu dan tidak lagi tersa sebagai bahsa daerah.
Prof. Dr. R.M.Ng. Purbatjaraka
Bahasa Indonesia ialah bahsa yang sejak kejayaan Sriwijaya telah menjadi bahsa pergaulan atau lingua franca diseluruh Asia Tenggara.
Jadi bahsa Indonesia tak lain adalah bahsa Melayu yang telah menyatu dengan bahsa daerah dan bahsa asing yang berkembang di indonesia. Pemilihan bahasa Melayu menjadi bahsa Indonesia didasarkan atas pertimbangan yang rasional, baik secara politik, ekonomi, dan kebahasaan, yaitu:
~ Bahasa Melayu telah tersebar luas di seluruh wilayah Indionesia
~ Bahasa Melayu diterima oleh semua suku di Indonesia, karena telah dikenal dan digunakan sebagai bahsa pergaulan, tidak lagi dirsakan sebagai bahsa asing.
~ Bahasa Melayu bersifat demokratis ; maksudnya tidak membedakan tingkatan dalam pemakaian sehingga meniadakan sifat feodal dan memudahkan orang mempelajarinya.
~ Bahasa Melayu bersifat resiptif; artinyamudah menerima masukan dari daerah bahsa lain dan bahsa asing sehingga mempercepat pekembangan bahasa indonesia dimasa mendatang.



4. Problematika Bahsa Indonesia
Perjalanan zaman berdampak pada perubahan bahasa, ada unsur lama yang tenggelam dan ada yang justru mrnggunakan unsur lama untuk konsep baru. Misalnya, dalam buku pelajaran dulu ada kalimat Mengendarai kereta angin, Mengenakan baju, Menonton gambar hidup, Ayahnya seorang pemburu, kakanya seorang upas. Kalimat tersebut tidak kita jumpai lagi sekarang, menurut tuturan sekarang kalimat tersebut menjadi Mengendarai sepeda, Memakai baju, Menonton film, Ayahnya seorang pemburu, sedangkan kata upas tidak lagi karena jabatan tersebut tidak lagi terdapat lagi di Indonesia. Sementara penggunaan konsep baru, dalam dunia teknik nformatika menggunakan unsur lama, misalnya kata situs, portal.
Didalam bahasa Indonesia, muncul bentuk-bentuk yang tidak dikenal dalam bahasa Melayu, misalnya diserahterimakan, dibeberbentangkan, memertanggung jawabkan, mengemsampingkan, ketidakseragaman , memberangkatkan, memberlakukan, pemersatu, sebagai hasil swadaya bahasa. Sementara pengaruh bahasa daearah dan bahasa asing tidak cukup terkontrol masuk dalam bahasa Indonesia dengan kurang cermat. Misalnya:
Bangsa ini mau “dikemanakan”?
Di mana kau “ketemukan” barang yang hilang itu?
“Apa” Anda yakin ia akan datang hari ini?
Kami “adalah” bangsa Indonesia
Rumah di mana ia tinggal adalah rumah dinas
Orang dengan siapa dia bercakap-cakap adalah teman kuliahnya
Selain itu kita masih berfikir dalam bahasa daerah tetapi menggunakan tuturan bahsa indonesia sehingga lafal dan struktur kalimatnya dipengaruhi oleh bahsa daearhnya masing-masing. Misalnya;
Mau kemana kamukemarin (tekanan pada
Mau kemana kamu kemarin (Gorontalo)
Mau kemana lu (Betawi)
Belum lagi masalah penulisan ilmiahyang mensyartkan adanya kecermatan, keakuratan, kehematan. Hal ini dapat diantisifasi dengan mempelajari bahsa Indonesia dengan cermat.

5.Penilaian Terhadap Bahasa Indonesia
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beruntung dalam hal kepemilikan bahasa yang sesuai dengan jati diri bangsa dan identitas nasional. Namun, bukan berarti tidak ada tantangan untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia. Ada beberapa anggapan negatif yang kurang mendukung keberadaan bahasa Indonesia, antara lain sebagai berikut:
1)Menganggap Bahasa Indonesia da secara Alamiah
Penerimaan secara aklamasi bahsa Melay menjadi bahasa nasional, bahasa Indonesia, dirasakan sebagai masyarakat ebagai peristiwaalamiah. Dalam arti sebagai suatu bahsa yang tumbuh dan berkembang bahasa itu denagn sejarah emiliknya.
Dengan demikian terjadi kesinambungan dan penyerapan yang kuat serta rasa setia bahasa antara kegiatan kejiwaan bangsa itu dengan bahsanya. Pemilihan kata, penggunaan unsur-unsur tata bahasa,dan unsur lain seperti gaya, lagu, tekanan,; akan tumbuh dengan sendirinya saat berbahasa. Krena itu, pembinaan terhadap bahasa tersebut tidak perlu diperlakukan secara terencana.
2)Menganggap Bahasa Indonesia Itu Mudah
bagi sebagian besar bangsa Indonesia, bahasa Indonesia adalah bahasa kedua, namun sebagian besar dapat berbahasa indonesia. Kemampuan berbahasa Indonesia sebagai alat penghubung menjadi tutunan utama bagi setiap warga negara Indonesia untuk berhubungan dengan orang-orang dari daerah lain atau suku lain.
3)Menganggap Bahasa Indonesia Lebih Rendah daripada Bahasa Asing
Bahasa Indonesia dianggap tidak mampu mendukung ilmu pengetahuan modern ,tidak seperti bahasa Inggris, misalnya. Akhirnya muncul sikap mendewakan bahasa Inggris, khusunya dan bahasa asing lainnya. Dengan demikian, kemampuan berbahasa asing dijadikan ukuran keterpelajaran seseorang. Hasilnya, hasrat untuk mempelajarai bahasa asing lebih tinggi dibandingkan dengan hasrat mempelajari bahasa sendiri. Di tunjang lagi oleh kenyataan adanya dampak sosial yang lebih baik bagi orang-oarng yang mampu berbahasa asing dibandingkan dengan yang mampu berbahasa Indonesia.



Berangkat dari kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia yang sangat strategis bagi keberadaan bangsa dan negara Indonesia, maka sikap positif yang diharapkan untuk bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
Bangga berbahasa nasional,bahasa Indonesia
Mempunyainrasa setia bahasa
Merasa bertanggung jawab atas perkembangan bahasa Indonesia
KEBERADAAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
1.Keberadaan Bahasa Indonesia
Bahasa Indoenesia adalah bahasa yang paling penting dikawasan republik Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh antara lain ikrar ketiga sumpah pemuda 1928 yang berbunyi kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pada Undang-Undang Dasar 1945, juga tercantum khusus di Bab XV Pasal 36 yang berbunyi Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.Disamping itu, ada beberapa alasan lain, mengapa bahasa Indonesia menduduki tempat terpenting diantara bahasa-bahasa dinusantarayang masing-masing amat penting bagi penutur sebagai bahasa ibu. Penting tidaknya suatu bahasa dadasarkan apada bebarapa hal, yaitu:
Jumlah penutur
Luas penyebaran
Peranan
2.Politik Bahasa Indonesia
Politik bahasa nasional berarti adanya pengolahan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dalam seluruh kebijakan nasioanal. Politijk bahasa nasionalmulai didengungkan sejak 29-30 Oktober 1974 di Jakarta dengan penyelanggaraan praseminar Politik Bahasa Nasional, disusul dengan seminarnya 25-28 1975 di Jakarta. Dalam kedua pertemuan tersebut, para tokoh bahasa dan budayawan membahas m,asalah bahasa yang bersangkutan dengan bahasa nasional secara luas. Dalam pidato pengarahan, Amran Halim, ketua pusat pembinaan adan pengembangan Bahasa, menyatakan bahwa tujuan politik bahasa nasional adalah:
Perencanaan dan perumusan kerangka dasar kebijaksanaan dalam kebahsaan
perumusan dan penyusunan ketentuan-ketentuan dan pengembangan kebijaksanaan umum mengenai penelitian, pengembangan, pembakuan, dan pengajaran bahasa.
Penyusuna rencana pengembangan kebijaksaan nasional.
Dengan kebijaksaan bahasa nasional; yang berencana, terarah, dan terinci dapat diatur fungsi antara bahasa Indonesia dan bahaas-bahasa daerah, serta antara bahasa Indonesia dan bahsa-bahasa asing yang digunakan di Indonesia.yang jelas, politik bahasa nasional menempatkan bahasa Indonesia menjadi urusan negara,karena sesuai dengan bunyi UUD 1945 Bab XV, Pasal 36: Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Ketentuan ini menyatakan bahwa bahasa Indonesia tidak lagi dipakai sebagai bahasa perhubungan, tetapi juga sebagai bahasa resmi kenegaraan. Sebagai salah satu implementasi politik bahasa, sekarang (2007) sedang dibahas rencana Undang-Undang Bahasa.
Sebagai bahasa negara, bahasa indonesia dipakai dalam:
Pelaksaan administrasi pemerintahan
Pendidikan dan pengajaran baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Pengembnagan nasional
Peningkatan mutu media massa
penulisan buku-buku pelajaran dan buku-buku pengetahuan (baik asli maupun terjemahan)
Dalam penetuan politik bahasa nasional, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:
Latar belakang penuturan bahasa Indonesia
bahasa Indonesia lisan dan tulis
Kosa kata bahasa daerah
Peranan bahasa asing
3.Fungsi Bahasa Indonesia
Dua momen penting keberadaan bahasa Indonesia adalah Sumpah Pemuda danh Undang-Undang Dasar 1945. Dengan Sumpah Pemuda, menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berfungsi:
1)Lambang kebangsaan nasional
2)lambang indentitas nasional
3)Alat pemersatu bangsa
4)alat penghubung antar daerah dan antarbudaya

Selain fungsinya sewbagai bahasa nasional, bahasa Indonesia dalam Udang-Undang dasar 1945 juga menyatakan dirinya sebagai bahasa negara yang mempunyai fungsi:
1)Bahasa resmi negara
2)bahsa pengantar didunia pendidikan
3)Alat penghubungpada tingkat nasionalAlat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
4.Bahasa baku
Di Indonesia, pembakuan bahasa dilaksankan oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Pusat Bahsa (PB). Tidak menutup kemungkinan pihak lain, seperti penerbit, media massa, perguruan tinggi mempunyai gaya selingkung dan tetap mengacu pada pembakuan yang ditetapkan oleh PB.
~ Fungsi Bahasa baku
Bahsa baku didukung oleh empat fungsi, yaitu:
Pemersatu: bahsa baku menghubungkan semua penutur berbagi dialek sehingga bahasa baku mempersatuakan mereka manjadi satu masyarakat bahasa dan meningkatkanproses identitas penutur denagn seluruh masyarakatnya.
Pemberi kekhasan: berarti membedakan bahsa itu dengan bahsa lainnya sehingga bahsa baku memperkuat perasaan perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa yang bersangkutan.
Pembawa kewibawaan: bersangkutan dengan usaha orang mencapai kesederajatan denagn peradaban lain yang dikagumi melalui perolehan bahasa baku.
Sebagai krangka acuan: artinya bahsa baku memilikinorma yang menjadi tolak ukur dalam berbahasa, juga sebagai krangka acuan bagi fungsi estetika pada bidang susatra.
~ Ciri Bahsa Baku
Ragam bahasa baku standar atau bahsa baku memiliki ciri berikut:
kemantapan dinamis
kecerdasan
keseragaman


5. Rangkuman Ragam Bahasa
Bahasa baku adalah salah satu dari ragam bahasa yang ada di Indonesia. Ragam bahasa di mungkinkan karena adanya ragam wikayah pemakaian dan bermacam ragam penutup. Faktor sejarah perkembangan masyarakat juga turut menimbulakan faktor sejumlah ragam bahasa. Ragam bahasa yang beraneka ini, masih bahasa Indonesia, karena ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, tata krama, umumnya sama. Itulah sebabnya kita masih dapat mengenali beberapa perbedaan dakam perwujudan bahasa Indonesia.
1)Ragam Pandangan Penutup.
Ragam bahasa dilihat dari sudut pandangan penutur adalah :
a. Daerah / Logat
b. Pendidikan.
c. Sikap Penutur.
2)Ragam Jenis Pemakaian.
Ragam bahasa meneurut jenis pemakaiannya dapat di rinci sebagai berikut :
a. Ragam bahasa sudut pandang bidang atau pokok pembicaraan
b. Ragam bahasa menurut sarananya
c. Ragam yang mengalami gangguan pencampuran.
3) Ragam Bahasa Ilmiah
Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam yang digunakan dalam menulis karya ilmiah, baik tulis maupun lisan, memaparan fakta, konsep, teori, atau gabungan dari keempatnya. Bahasa Ilmiah harus cendikia, lugas dan jelas. Cendikia yaitu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasik pemikiran yang logis, yakni mapu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Tugas dan jelas yaitu menyampaikan gagasan secara langsung. Bahasa Ilmiah tidak menggunakan kalimat fragmentaris, yaitu kalimat yang belum selesai, dampak dari keinginan penulis untuk mengungkapkan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa disadari kalimat tidak mempunyai kesatuan gagasan.




Bahasa Ilmiah tetolak dari gagasan artinya diarahkan pada gagasan bukan pada penulis, kalimat yang digunakan didominasai kalimat pasif. Sifat formal dan objektif ditandai antara lain oleh pilihan kata yang formal dan tepat, struktur kalimat yang lengkap, dan tidak ada unsur bahasa yang mubazir. Sifat konsisten tampak pada penggunaan unsur bahasa, tanda baca dan istilah yang sesuai dengan kaidah.
6.Bahasa Indonesia di Perguruan Tingggi
Bahasa Indonesia di PT dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai jenis perkuliahan.
1)Kegunaan menulis di Perguruan Tinggi
Secara harfiah, menulis berarti menuangkan pikiran atau gagasan atau fakta dalam bentuk tulis. Perguruan Tinggi sebagai pengasuh manusia menganalisis selalu berkepentingan dengan laporan, karena penelitian merupakan urat nadi bagi seseorang ilmuan. Yang diharapkan dalam laporan ini adalah agar mahasiswa/insan akademis mempunyai keterampilan dalam mengadakan pendekatan rasional terhadap fenomena – fenomena yang dijumpai. Hasil/kesimpulan harus dapat memperkaya khasanah perbendaharaan ilmiah dibidangnya. Dengan demikian, diperlukan koordinasi informasi untuk menjaga agar tidak terjadi penelitian atau percobaan dengan objek dan metode yang sama. Kegiatan menulis mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :
Lebih mengenali kemampuan dan potensi diri.
Dapat mengembangkan berbagai gagasan.
Dapat banyak menyerap, mencari, serta menguasai.
Dapat mengorganisasikan pikiran secara sistematis serta mengungkapkan secara tersurat.
Dapat menilai pikiran kita sendiri secara objektif.
Lebih memecahkan permasalahan.
Mendorong kita belajar secara aktif.
Membiasakan kita berpikir serta berbahasa secara tertib.



Tulisan di tingkat PT memerlukan syarat yang cukup kompleks, diantaranya bermakna jelas/lugas, merupakan kesatuan yang bulat, singkat dan padat, serta memenuhi kaidah kebahasaan. Untuk itu, mahasiwa dituntut beberapa kemampuan, yaitu kemampuan yang akan ditulis yang menyangkut isi tulisan dan bagaimana menuliskannya, yang menyangkut aspek-aspek kenahasaan dan tekhnik penulisan. Semua itu erat hubungannya dengan proses berpikir yang menyangkut memilih topik, membatasi topik, menembangkan pikiran, menyajikan dalam kalimat dan paragraf yang disusun secara logis dan sistematis.
2) Jenis Laporan Akademis
Laporan merupakan jenis dokumen yang bentuknya bervariasi, maka agak sulit memberi batasan yang jelas. Karena laporan berbentuk tulis, dapat dikatakan bahwa laporan merupakan jenis dokumen mengenai suatu masalah yamg telah dan tengah diteliti dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada tindakan yang akan diambil. Dalam hal ini laporan menyangkut tiga hal, yaitu apa yang dilaporkan, siapa yang melaporkan, dan kepada siapa laporan disampaikan sehingga laporan bersifat komunikatif, jelas, dan dapat mudah dipahami.
Agar menjadi komunikatif, laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis dan dengan bahasa yang lugas. Laporan dikatakan logis apabilasegala keterangan yang disajikan dapat diusut alasan-alasannya atau dasar-dasarnya yang masuk akal. Laporan dikatakan sistematis apabila segala keterangan yang dikemukakannya disusun dalam urutan yang memperhatikan pertalian yang saling menunjang.Laporan dikatakan dalam bahasa yang lugas apabila bahsa yang digunakan langsung menunjukkan pokok persoalan, tidak berbunga-bunga atau bertele-tele.
1.Laporan lengkap
2.kertas kerja/maklah
3.Laporan penelitian lapangan
4.Laporan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi
5.Artikel ilmiah
6.Laporan ringkas/ilmiah populer
7.Laporan untuk pembuat keputusan
8.Buku teks (textbook)
9.Handbook
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
1.Sumber Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja dikepulauan Nusantara,melainkan juga hampir diseluruh Asia Tenggara.
Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, dapatlah kita kemukakan bahwa pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu berfungsi sebagai berikut:
1).Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitubahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.
2).Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) antar suku di Indonesia.
3).Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan, terutama disepanjang pantai, baik suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang- pedagang yang datang dari luar Indonesia.
4).Bahasa melayu berfungsi bahasa resmi kerajaan.
2.Peresmian Nama Bahasa Indonesia
pada tanggal 38 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan Sumpah Pemuda. Naskah Putusan Kongres Pemuda indonesia Tahun 1928 itu berisi tiga butir kebulatan tekad sebagai berikut.
Pertama : kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
Kedua : kamu poutra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia
Pernyataan yang pertama adalah pengakuan bahwa pulau-pulau yang bertebaran dan lautan yang menghubungkan pulau-pulau yang merupakan wilayah Republik Indonesia sekarang adalah satu kesatuan tumpah darah yang disebut Tanah Air Indonesia. Pernyataan kedua adalah pengakuan bahwa manusia-manusai yang menempati bumi Indonesiaitu juga merupakan satu-kesatuan yang disebut bangsa Indonesia.
Pernyataan yang ketiga tidak merupakan pengakuan “berbahasa satu”, tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. (Halim, 1983: 2-3).
Dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda, resmilah bahsa Melayu, yang sudah dipakai sejak pertengahan Abad VII itu, menjadi bahasa Indonesia.
3.Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia?
Mengapa bahasa Melayu yang dijadikan bahsa nasional? Ada empat faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut:
1).Bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan, dan bahasa perdagangan.
2).Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa ini tidak dikenal tingkatan bahasa, seperti dalam bahasa Jawa (ngoko, kromo) atau perbedaan bahasa kasar dan halus, seperti dalam bahasa Sunda (kasar, lemes).
3).Suku Jawa, suku Sunda, dan suku-suku yang lain dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
4).Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
4.Peristiwa-Peristiwa yang berkaitan Dengan Perkembangan Bahasa Melayu/indonesia.
Tahun-tahun penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu/Indonesia dapat dirinci sebagai berikut:
1).Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijesen dan dimuat dalam kitab logat Melayu .
2).Pada tahun 1908 pemerintah mendidriakn sebuah badabn penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka.
3).Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tangga; 28 Oktober 1928 itulah para pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
4).Pada tahun 1933 secara resmi berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
5).Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa Indonesia 1 di Solo.
6).Pada tanggal 18 Agustus 1045 ditandatanganilah UUD 1945, yang salh satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7).Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmilkan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8).Kongres bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober- 2 November 1954 adalah juga merupakan salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasanasional dan ditetapkan sebagai bahasa negara itu.
9).Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disenpurnakan melalui pidato kenegaraan di depan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
10).pada tanggal 31 Agustus 1972 mentri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh Indonesia.
11).Kongres Bahasa Indonesia III yang diselengarakan di jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1978 merupakn peristiwa yang penting bagi kehidupan bahasa Indonesia.
12).Kongres Bahasa Indonesia IV diselenggarkan di Jakrta pada 21-26 November 1983.
13).Kongres bahasa Indonesia V juga diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober -3 November 1988.
14).Kongres bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1993.
15).kongres bahasa indonesia VII diselenggrakan di Hotel Indonesia Jakarta pada 26-30 Oktober 1998. Kongres ini mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut:

a). Keanggotaannya terdiri atas tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian tergadap bahasa dan sastra.
b). Tugasnya ialah memberikan nasihat kepada kepada pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa serta mngupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
5.Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia
1.Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti tercantum pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1982 yang berbunyi Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional; kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam UUD 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928; kedua, bhasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan UUD 1945.
2.Fungsi Bahasa Indonesia
Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai ~ Lambang kebanggaan kebangsaan,
~ Lambang indentitas nasional,
~ Alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya,
~ Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang. sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan indonesia.
Didalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
~ Bahasa resmi kenegaraan,
~ Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan,
~ Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksaan pembangunan, dan
~ Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Jumat, 03 Juni 2011

Tugas ke 5 softskill

TOU 2
1). Jelaskan apa yang dmaksud dengan :
a) Uang Fiat : komoditas yang diterima sebagai uang,namun nilai nominal nya jauh lebih besar daripada nilai komoditas itu sendiri.(nilai intrinsik nya atau instrick value nya).

b) Uang komoditas : uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
Contoh nya: pada masa lalu nilai sekeping uang perunggu adalah lebih kecil dari nilai satu keping uang perak,tetapi satu keping uang perak nilai nya lebih kecil daripada nilai satu keping uang emas,sebab nilai perunggu lebih murah dari perak sedang kan nilai perak lebih
murah daripada nilai emas.

c) Uang hampir liquid : suatu aset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna,sehingga untuk dapat digunakan tidak perlu ditukar kan atau dicair kan lebih dahulu.
2). Jelaskan apa fungsi uang :
a) Satuan hitung (unit of account)
Uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasar kan satu ukuran umum sehingga syarat terpenuhi nya double concidence of wants ( kehendak ganda yang selaras tidak diperlukan lagi).

b) Alat transaksi (medium of change)
Uang dapat mempermudah dan mempercepat kegitan pertukaran dalam perekonomian modern dan uang harus diterima/ mendapat jaminan kepercayaan.

c) Penyimpanan nilai ( store of value)
Uang sebagai penyimpan nilai (store of value) dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli sehingga semua transaksi tidak perlu di habiskan saat itu juga.


d) Pembayaran standar dimasa datang ( standard of deffered payment )
Para pegawai umum nya setelah bekerja sebulan penuh baru mendapat gaji,pembayaran untuk masa mendatang tersebut dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar pembayaran dimasa datang (standard of deferred payment).

3). Sebutkan dan jelas kan apa motivasi orang memegang uang?
a) Motivasi transaksi (transaction motive)
Masyarakat memegang uang dalam rangka mempermudah kegiatan transaksi sehari- hari.
Bila pendapatan meningkat , maka kebutuhan untuk transaksi meningkat.

b) Motivasi berjaga – jaga ( precautionary motive )
Persiapan untuk menghadapi hal –hal yang tidak diinginkan atau tak terduga , misal, sakit atau kecelakaan.

c) Motivasi spekulasi ( mendapat keuangan)
Salah satu dari dua aset finansial yang dapat dimiliki masyarakat. Aset yang lainnya adalah obligasi ( bord) yaitu surat utang yang disertai janji memberi pendapatan bunga.


4). Sebut kan lembaga keuangan non bank itu apa saja?
a) perusahaan asuransi
perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang menguntungkan, misalnya kecelakaan ,sakit keras,bahkan kematian.

b) lembaga dana pensiun
bagi pegawai perusahaan swasta,jasa dana pensiun dapat nenberikan ketenangan dan jaminan hari tua sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

c) perusahaan investasi
peningkatan kemampuan untuk membeli atau memiliki berbagai jenis atau tipe aset finansial.

d) perusahaan pembiayaan
LKKB umum nya mengumpulkan dana dari individu atau organisasi dalam jumlah – jumlah kecil kemudian menyalurkanya dalam bentuk pinjaman berkala besar.

e) pegadaian
memberikan bantuan keuangan dengan jaminan aset peminjam ,yang diserah kan pada lembaga pegadaian.

Jumat, 20 Mei 2011

Nilai Kepuasan

Nilai kepuasan

BARANG/JASA
UNIT Sate telur puyuh
HARGA/UNIT
UANG YANG DIKELUARKAN
KEGUNAAN TOTAL
(TU)
TAMBAHAN KEGUNAAN (MU)
1
5000
5000
150
2
5000
10000
175
25
3
5000
15000
250
75
4
5000
20000
275
25
5
5000
25000
220
-55
6
5000
         30000
120
-100
7
5000
35000
75
-45
8
5000
40000
0
-75

Yang kami bahas pada soal ketiga adalah Nilai kepuasan sate telur puyuh, ketika pada porsi pertama, sampai keempat, konsumen masih dapat menikmati sate telur puyuh yang ia makan, mulai di porsi kelima nilai dalam sebuah sate telur puyuh menurun sebanyak -55, nilai plus pada MU menunjukkan peningkatan nilai dalam suatu barang sedangkan nilai minus pada MU menunjukkan penurunan nilai dalam suatu barang .